Posts Tagged Kalsel

Mesjid Jami Kotabaru Kalsel

Berikut foto mesjid yang saya foto. Ingin membuatnya dalam komik tapi sulit. Hehe. Baca entri selengkapnya »

Komentar (4)

Rawa Indah Kalsel Kampung Yang Ditinggalkan

RAWA INDAH KAMPUNG YANG DI TINGGALKAN

Rawa Indah adalah tanah yang di jadikan sebagai tempat para transmigrasi berdiam oleh pemerintah. Sebelumnya dahulu kala, Rawa Indah adalah tempat yang amat indah dan subur. Kakek dan Nenek saya bertani di sana dan hidup tentram begitupun arm ibu saya. Kemudian para tranmigrasi datang dan menduduki sebagian wilayah Rawa Indah, baik itu dari Jawa Timur, Jawa Barat dan Bali. Awalnya tidak terjadi apa-apa, sekian lama budaya lokal pun bercampur dengan budaya pendatang. Kadang upacara Jawa berlangsung di sana dan juga budaya Bali. Semuanya saling menghormati. Penduduk lokal tetap menjaga kerukunan terhadap penduduk pendatang.

Rawa Indah adalah kampung halaman saya, di mana saya di lahirkan, tetapi saya tidak pernah melihat kampung halaman saya itu. Dan saya hanya mendengar namanya saja dan Rawa Indah di abadikan di dalam akta kelahiran saya dan izasah serta piagam penghargaan. Sungguh Ironis, saya mendengar cerita dari kakak arm ibu saya tentang kampung halaman saya itu yang sekarang di tinggalkan dan menjadi kampung mati karena ke angkerannya dulu.

Rawa Indah adalah bagian dari wilayah kabupaten Kotabaru Kalsel, sekarang Rawa Indah tidak bisa di sebut sebagai nama kampung lagi karena tidak ada yang mendiaminya lagi. Berada di pulau Halimun atau sering di kenal sebagai pulau laut. Hikayatnya pun mengatakan Pulau Laut adalah daratan yang berasal dari laut yang kemudian di naikan oleh para ikan todak sebagai wujud terima kasih mereka kepada Datu Mabrur. Datu Mabrur kemudian menjadikan tanah laut sebagai tempat untuk anak cucunya nanti berdiam.

Kejadian demi kejadian yang terjadi membuat masyarakat di Rawa Indah ketakutan. Semenjak terjadi pembunuhan di tanah Rawa Indah untuk pertama kalinya oleh masyarakat pendatang, yang sebelumnya tidak pernah ada pembunuhan di tanah itu. Kadang setiap malam semua orang dapat mendengar suara orang minta tolong. Dan kadang terdengar suara pembantaian, dan sebagainya. Orang mengira terjadi perkelahian antara penduduk lokal dengan penduduk pendatang tetapi saat setelah sampai di lokasi tidak terjadi apa-apa. Sehinga semua penduduk takut keluar setiap malam semenjak itu. Peristiwa itu terus berlangsung setiap malam.

Kemudian peristiwa baru datang lagi, kali ini hama ulat bulu berdatangan dan menghancurkan pertanian dan perkebunan yang merupakan mata pencarian pokok penduduk di sana. Ulat bulu terdapat di mana mana termasuk di jalan jalan kampung. Anehnya ulat bulu tidak pernah mendekati rumah-rumah di sana terutama penduduk lokal. Bermingu minggu semenjak itu kemudian hama ulat bulu menghilang seketika tanpa meninggalkan jejak. Dan hanya meninggalkan tanaman-tanaman yang mati seperti terbakar bekas gigitan ulat bulu tadi.

Peristiwa besar kemudian menghampiri, kali ini hujan lebat selama berminggu minggu membuat hampir wilayah Rawa Indah tenggelam oleh banjir terkecuali rumah-rumah penduduk lokal.

Peristiwa demi peristiwa aneh terus terjadi dan mengakibatkan para masyarakatnya meninggalkan wilayah itu, yang merupakan tranmigrasi dari Jawa dan Bali dan juga termasuk penduduk lokal.

Dan kini Rawa Indah hanya menjadi kenangan sebagai kampung yang indah dan tentram. Saya berharap dapat melihatnya lagi suatu saat nanti dan mengabadikannya dalam bentuk gambar. Setidaknya saya dapat meihat seperti apa rupa tempat kelahiran saya, apakah menjadi tanah hijau yang indah atau menjadi tanah gersang yang merupakan bagian dari perkebunan kelapa sawit.

Komentar (5)

Satria FU 150

satria_FI 150

Tinggalkan sebuah Komentar

Older Posts »
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 222 pengikut lainnya.