Saya Ke Desa


Setelah perjalan jauh dari kota ayah. Putra dan ade pergi lagi. Tidak sampai beberapa hari berada di rumah.

Putra pengen curhat… ech bukan!. Maksud Putra pengen cerita pengalaman. Curhat kan punya cewek hampir saja terjerumus (sok gaya lo). Biarin suka suka Putra donk haha.

Pake motor ama ade. Dengan bimbingan kakak sepupu. Kami meluncur seperti pesawat Sukhoi Superjet 100. Kakak sepupuku dengan gesitnya menghindari jalan jalan bolong di aspal. Begitu juga denganku. Ku kasih 3 jempol atas jerit payahku menghindari lubang lubang tak beraturan di aspal itu, tapi sayangnya semuanya tetap terlindas. Ku jadi teringat saat naik kapal, melaju dengan cepat dengan ombak yang lagi demo. Kapal yang ku tumpangi terus bergoyang mengalahkan dewi persik maupun inul. Bikin penumpangnya mabuk kepayang (mabuk laut).

Kembali ke ceritaku. Jalan yang kami lalui memang rusak parah padahal itu adalah akses ke tempat wisata kotaku. Sangat disayangkan jika saja ku jadi bupati di kotaku. Pasti bakalan makin parah.

Tidak semua jalan yang kami lalui selalu rusak. Ada saat jalan jalan aspal yang mulus. ehm. Kebawa suasana. Soalnya saat di jalan baik ku sering temui cewek cewek cantik lagi jogging. Catatan: kami perginya saat benar benar pagi. Sayang sekali jalan tidak mendukung. Karena jalannya amat bersahabat dengan ban motorku. Insting pembalapku mengembur ngembur kepengen muncul. Akhirnya pemandangan indah terlewatkan begitu saja.

Jalannya cukup panjang aku harus gantian ama adeku untuk nyetir motorku. Padahal kotaku dengan desa berada dalam satu pulau yang sama. Pulauku saat dilihat dari peta lebih kecil dari pulau bali. Tak ku sangka amatlah luas. Dan masih dipenuhi pepohonan yang amatlah indah. Sepanjang perjalanan ku dapat melihat hijaunya pegunungan. Dan menikmati udara yang segar. Waduh jadi promosi lagi nich. Itu baru perjalanannya sobat, pasti bakalan seru lagi saat posting Putra di desa (maunya Putra).

17 thoughts on “Saya Ke Desa

  1. memandang hijaunya pemandang membuat hati kita segar, tapi hati-hati lho kalau lihat wanita cantik di jalan..

    • iya gan. rencananya juga begitu. tapi gan bisa bisa sampainya malam lagi. di tambah sepedanya gak ada lampunya. tersesat dan bakalan brabe nanti tim sar akan nyari aku di tambah aku bingung jawab pertanyaan wartawan. (ngaref).

      tapi gan misalnya udah dekat desa berangas apalagi saat pagi pasti banyak orang pake sepeda menikmati akhir pekan mereka.

    • Misalnya gan pernah ke pulau laut, kalsel. di sana ada namanya desa bekambit jaraknya cukup jauh dari kota saya. dalam perjalanan ke sana harus melewati beberapa desa, dan itu adalah jalan penghubung kota dengan desa Berangas. Sejuk gan udaranya. masih hijau. Pasti gan berpikiran jalan sepi itu banyak orang jahat, tapi di tempatku hal itu sama sekali tidak ada. Dalam kata lain aman. jadi sangat menyenangkan bolak balik dari kota ke desa.

Silahkan bicara Sobat ::

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s