Beberapa Hal Tentang Kucing


Beberapa hari ini di setiap saya jalan malam saya sering ketemu kucing sesuatu yang saya temui selain hantu. Maklum penderita insomnia bukan berarti saya anak nakal. Saya tidak pernah merokok ataupun berkumpul dengan anak-anak nakal. Sepertinya saya suka sendiri. Mereka (kucing) sangatlah imut dan lucu bagi saya. Dan satu sifat yang saya suka darinya, sangat suka menjaga kebersihan tubuhnya. Terutama kucing dewasa. Kebanyakan kucing liar itu suka di tempat umum. Misalnya pasar, warung, dan dekat pedagang kaki lima yang sering menjual makanan. Sebenarnya kucing itu ada di mana-mana bisa ada di jalan ataupun dekat perumahan.

Ada satu yang menjadi tanda tanya pada saya. Apakah kucing juga punya phobia atau teroma?. Terutama terhadap manusia. Kucing-kucing yang saya temui di luar pagar rumah (kucing liar) selalu menjauh bahkan lari jika saya dekati padahal kata teman saya dan petugas perpustakaan saya ini imut. Bahkan adik kelas saya saja memanggil saya adik seharusnya kakak. Kembali ke kucing. Saya mencoba mengejar dan berhasil mendapatkannya anehnya kucing itu bukannya berontak dia malah diam. Kucing itu sangat suka dielus-elus dan disaat itu dia suka diam di dekat manusia terutama saya mungkin karena sama-sama imut. Kucing sangat marah jika ekornya di injak, jika ingin buat tato cakar kucing silahkan injak ekor kucing. Selain halal juga nampak lebih nyata, dan untuk lama tidaknya tergantung kemampuan kulit kita masing-masing dalam menyembuhkan luka. Keren ya tubuh kita juga punya dokter sendiri.

Satu mitos tentang kucing, sebenarnya bukan sekedar mitos karena sering terjadi. Yaitu, jika menabrak kucing sampai k.o. bakalan kecelakaan nantinya. Kita harus menguburnya. Menggunakan baju yang kita pakai saat itu untuk membungkus mayat kucing yang kita tabrak. Sejarahnya pun sungguh istimewa (saya paling suka saat para chibi yang mengucapkan ini terutama Anisa). Kucing adalah hewan yang di sukai Rasulullah dan merupakan hewan yang ditakuti Firaun yang pernah berkuasa di bumi. Keren

32 thoughts on “Beberapa Hal Tentang Kucing

    • turut berduka atas kucingnya. saya juga gak punya kucing peliharaan. jadi, saya suka ngelus dan beri makan kucing di jalan, mungkin efek dari suka kucing.

    • aku dulu juga suka putraaaa, sayang banget malah, cuma sekarang, biasa aja. geli juga nggak, cuma apa ya, ya ngga sedekat dulu aja…hehe

    • putra barusan selesai baca cerita mbak jenkna. maklum gak terbiasa baca cepat. selain perilaku pussy cat yang lucu cerita mbak juga lucu. bikin saya ketawa.

      troma itu sulit dihilangkan kan mbak. putra juga mengalami itu troma, terhadap cewek cantik.

    • mbak jenkna gak bisa natap putra langsung, jadi putra gak apa apa #padahal gemeteran.

      putra takut lihat tatapan cewek, gak sanggup natap balik (melihat kecantikannya), jadi jika putra ditatap cewek cantik, putra memilih untuk menjauh.

  1. . Kucing-kucing yang saya temui di luar pagar rumah (kucing liar) selalu menjauh bahkan lari jika saya dekati padahal kata teman saya dan petugas perpustakaan saya ini imut.

    Mukanya serem kali😀 untuk menghadapi kucing apalagi kucing cewek harus lebih lembut😆

  2. itu hanya mitos belaka sob……cuma mmg kalo nabrak hewan ini sebisa mungkin kita meminggirkannya lah dari jalan atau lebih baik lagi kita kubur sendiri🙂

    • ada lagi kok sob, jika nabrak kucing sampai mati bila tidak kecelakaan bisa sakit. kasian sob jika diletakan dipinggir jalan. semut kecil saja rela ngumpulin teman temannya buat mengubur kodok yang mati.

Silahkan bicara Sobat ::

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s