Katak Dan Semut


Katak itu unik jika diperhatikan. Tubuhnya mungil walaupun menjijikan bagi sebagian orang.

Kamis pagi saya memperhatikan seekor katak gendut yang sedang berdiam diri ditanah yang dingin. Mungkin saat malam tadi dia mendapat makanan yang amat banyak. Katak itu berada di depan rumah saya. Saya sempat potret katak itu tapi, hasilnya tidak baik dan terkesan menjijikan, jadi tidak saya publikasikan. Padahal saya ingin mendapatkan gambar katak gendut yang lucu. Saat katak itu saya dekati, dia meloncat ke atas tebing-kecil-yang-tidak-curam yang di sana terdapat sebuah batu. Entah karena beban tubuhnya yang besar atau dia malas untuk loncat tinggi, sehingga dia mendaratnya dengan kepala kiri terbentur batu. Dia terguling kedasar tebing-kecil-yang-tidak-curam. Saya perhatikan dia gak bergerak, dan saya pikir dia sudah mati. Saya ingin menguburkan katak itu tapi saya harus sarapan pagi dulu. Jadi, saya tinggalkan katak itu sebentar. Setelah saya selesai sarapannya. Saya kembali lagi ke tempat katak itu. Ternyata katak itu masih hidup dan bernafas. Dia masih dapat berjalan sampai depan teras. Saya lihat katak itu benar-benar kesakitan. Matanya merah di salah satu sisinya. Dan kepalanya pun seperti remuk sebelah. Saat saya dekati katak itu hanya diam saja, mungkin dia tidak kuat lagi untuk bergerak. Saya lihat nafasnya seperti tergesa-gesa. Kasian dia sepertinya amat kesakitan apalagi para kaloni semut mulai mengerumuninya. Ingin rasanya melihat katak itu segera mati, biar dia tidak tersiksa. Saya sempat kepikiran buat nusuk jantung katak itu dengan jarum. Tapi, saya tidak tega. Sebenarnya saya juga tidak tahu apakah katak itu punya jantung dan di mana letaknya. Jadi, katak itu saya biarkan saja.

Sore harinya, katak yang digerumungi semut itu mulai tergubur oleh butiran-butiran tanah. Dan itu dari hasil kerja para koloni semut.

Unik dan hebat ternyata para koloni semut juga punya perhatian terhadap makhluk hidup yang mati. Yaitu menguburkannya. Di balik itu para koloni semut juga berperan dalam proses daur ulang.

15 thoughts on “Katak Dan Semut

  1. Ping balik: Kisah Siput dan Katak | lazionews.info

Silahkan bicara Sobat ::

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s