Si Pengingat dan Si Penghapal


Sepasang sahabat yang mempunyai sifat yang hampir sama, tetapi mempunyai cara pemikiran yang berbeda. Sebut saja si Apal yang sangat suka menghapal dan si Inga yang sangat suka mengingat.
Suatu ketika mereka berdua berpertualang ke sebuah desa yang masih asri. Apal melakukan kebiasaanya yaitu menghapal semua jalan yang dia lalui, tentunya Apal sangat berisik, karena selalu bersuara menyebutkan nama-nama jalan yang mereka lalui. Inga menegur Apal, “sebaiknya serahkan saja pada ku, aku yakin kita tidak akan tersesat”. Apal setuju dengan Inga, dia mempercayai sahabatnya itu karena Inga terkenal kepintarannya di sekolah.
Tiba saatnya mereka berdua pulang ke kota. Apal menanyakan kepada Inga, “benar ini jalannya, sepertinya saya tidak pernah menghapal nama jalan ini”, Inga menjawab, “seingat aku sih iya”. Apal lalu marah sama Inga, “yah, itu artinya kamu gak yakinkan, kamu sih Cuma mengingat nya saja, aku tahu kita salah jalan. Yang kita lalui ini nama jalannya Otak, dan jalan ini tidak ada dalam hapalanku, dalam hapalanku hanyha ada jalan yang namanya mirif dengan itu, nama jalannya Otot”. Inga menyadari kesalahannya, “iya aku salah, terus bagaimana, jalan ini tidak ada dalam ingatanku”. Apal malah jawab santai, “aku juga tidak mengingatnya, aku hanya menghapal jalannya, tugas mengingat jalankan kamu”. Inga panik, “astaga, kita tersesat, bagaimana bisa aku mengingat jalannya sedangkan kamu terus-terusan menggangu konsentrasiku, seharusnya kamu menegur aku jika aku salah jalan”. Apal masih dengan santainya menjawabnya, “iya aku salah, bukankah kata kamu srahkan saja pada ku. Ya aku serahkan saja semuanya padamu”. Inga makin panik, “seingatku jika orang tersesat di hutan bakalan ketemu binatang buas, dan kita bakalan jadi makanannya”. Apal mencoba menenangkan Inga, “kamu ini selalu mengingat film yang kamu tonton, aku menghapal nomor ponsel tim sar, biar mereka yang cari kita”. Inga mulai tenang, “iya aku baru ingat kamu kan anggota tim sar, kamu juga pasti bisa cari sesuatu yang dapat kita makan di hutan ini”.
Akhirnya mereka mencari makanan di hutan buat mengisi perut mereka sambil menunggu tim sar untuk menjemput mereka. Akhir cerita mereka di selamatkan TIM SAR, dan semenjak itu mereka saling bekerja sama.

29 thoughts on “Si Pengingat dan Si Penghapal

  1. Jadi inget guruku SMA, Tra! Berdebat dengan temanku hanya gara-gara pertanyaan ini, “Hai, kamu! Bedanya apa hafal sama ingat?” Hahahahaaaa….

    Tapi, walau hampir mirip dan harus bekerja sama satu sama lain, kata beliau 1/4 lebih maju si pengingat! Hahahaaaa…

    Entahlah, mereka berdua bagiku tak ada bedanya. Sama-sama butuh terekam dalam otak!😀

    • Ah, itu kalau sekarang guru menang dari muridnya. Nanti tunggu beberapa tahun ke depan! Guru pasti yang kalah sama muridnya…hahahahaaaa…

      Muridnya bisa sekolah sampai ke mana-mana. Guru tetap menanamkan jasa di sekolah sebagai pendidik. Bukankah begitu?

      Eitsss…tapi, tetep harus sayang sama guru, ya! Karena beliau kita jadi lebih pandai darinya seperti sekarang-sekarang ini. Biasa, itulah faktor alami. Regenerasi pasti ada…hahahahaaaaa…

    • benar itu. tanpa harus nunggu nanti, sekarang pun ada. waktu saya SMA dulu pernah ada guru yang salah menjawab soal, debat dengan murid dan dia kalah. tapi, yang tidak disangka guru itu ngasih tugas bertumpuk pada kami diakhir jam pelajaran.

Silahkan bicara Sobat ::

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s