Thingking and Feeling


Thingking and Feeling is girls live on England. Because tell they story for Indonesian (that is my own). They story told in language Indonesian. (haha bahasa Inggris saya jelek)

Thingking adalah seorang gadis cantik dan cerdas di kampusnya. Dia mempunyai rival dalam hal mengejar prestasi yaitu Feeling. Walaupun mereka rival, Thingking dan Feeling adalah sepasang sahabat sejati. Mereka pulang bersama setelah menyelesaikan kuliah malam mereka. Thingking berpikir jika mereka lewat jalan pintas mungkin mereka akan sampai lebih awal di istana mereka (sebutan mereka untuk tempat kos-kosan mereka). Feeling berpirasat tidak enak dengan jalan yang dipilih Thingking, sudah gelap masuk hutan sepi lagi bagaimana gak serem.

“Hay, Tin… kamu serius lewat jalan ini. Menurut feeling saya kita ini salah jalan”, ucap Feeling kepada Thingking.
“haha, saya malah berpikir kita sudah tersesat, bahkan ada yang mengikuti kita dibelakang”, respon Thingking dengan wajah was was.
“keren sob, lengkap sudah yang kita khawatirkan dan ditambah malam yang semakin malam. Menurut saya orang yang ngikutin kita pengen berniat jahat sama kita”, tambah Feeling.
“iya benar Fel, dan dia juga seorang pria. Coba pikirkan apa yang diharapkan dia kepada kita”, seakan tidak mau kalah Thingking ikut ikutan berpikir negatif.

Suasana semakin mencekam ketika pria itu berlari/ melaju dengan cepat ke arah mereka. Thingking dan Feeling pun panik dan mengambil langkah seratus (gak bisa ambil langkah seribu karena mereka pake rok panjang) sedangkan pria itu semakin mendekati mereka dengan langkah nol nya (kok bisa, itu karena pria itu pake motor).

“kita bakalan ketangkep”, ucap Feeling sambil ngos-ngosan.
“kamu gak sadar y… lampu motor pria itu mati dan kita sedang menuju air terjun”, jawab Thingking.
“ngapai ngurusin motor dia, ngomong-ngomong air terjun sepertinya iya itu, karena kita berlari mengikuti suara air terjun, tapi pasti airnya sangat dingin kita tidak mungkin mandi disana”, lanjut Feeling.
“oh iya, feeling mu ada benarnya juga. lalu ngapain kita ke sana”, teruskan Thingking.

Thingking dan Feeling pun berlari ke arah sebaliknya, menuju pria yang mengejarnya dan melewatinya. “ech kalian mau kemana” ucap pria itu. Tanpa pikir panjang motor pria itu yang amat berisik langsung menceburkan dirinya ke arah air terjun yang berada di depan yang ditutupi semak-semak… Kata motor pria itu dengan berteriak “NGEEEEEANG” (terjemahannya: mesin saya panas pengen krimbat dulu biar adem, tuan yang di atas juga harus ikut, kita kan sehabat”).
Untuk nasib pria itu jangan ditanya sudah pasti bila tidak K.O. pasti kena cacar air. Sedangkan Thingking dan Feeling kembali menyelusuri jalan yang mereka lalui tadi dan kembali ke kampus mereka saat pagi. Sangat bertepatan dengan di mulainya kuliah. Al hasil mereka harus ikut kuliah karena UAS (Ujian Akhir Semester) sedang diadakan pada saat itu. Bagaiman konsentrasi mereka… kemungkinan besar turun drastis.
Request cerita dari kak Cumakatakata.

38 thoughts on “Thingking and Feeling

    • saya suka yang berpasangan mungkin karena saya belum punya pasangan, dan juga saya gak punya sahabat pena di dunia nyata. haha curhat

      😀 nanti akan coba buat yang beda.😀

Silahkan bicara Sobat ::

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s