Malam dan Siang


Dulu Malam mempunyai kekasih yang namanya siang. Dulu mereka dapat bersama. Saat pesta meteor diadakan, Siang ingin pergi ke pesta itu, Malam mengantarkannya saat Pagi hari dan berencana untuk menjemputnya saat paginya lagi. Bintang sahabatnya Malam mengatakan kepada Siang saat di pesta bahwa kekasihnya sedang sakit, Siang pun beranjak dari pesta untuk menemui Malam di rumahnya. Sedangkan Malam walaupun sedang sakit dia tetap memaksakan dirinya untuk menjemput Siang sesuai janjinya. Malam tidak menemui Siang di pesta. Begitupun juga Siang dia juga tidak menemui Malam di rumahnya, Siang merasa dibohongi dia kecewa. Dia mengira bahwa sakit adalah alasan Malam agar tidak menjemputnya. Siang pulang ke rumahnya dengan derai air mata. Sesampai di rumah Siang ketemu Matahari. Matahari menghibur Siang dan berhasil meredakan tetesan air mata Siang. Malam mengkhawatirkan Siang, dia pun memeriksa keberadaan Siang di rumahnya. Dia melihat Siang bersama dengan Matahari dari kejauhan, Malam berpikir Matahari pasti telah mengantar Siang pulang. Dia senang bisa melihat Siang baik-baik saja itu sudah cukup baginya, dalam benaknya berkata “Mungkin, Siang amatlah lelah dan dia pasti ingin beristirahat. Sebaiknya saya tidak mengganggunya”. Malam pergi dari sana tanpa sepengetahuan Siang maupun Matahari. Saat Malam sakit, tidak ada yang menjenguknya baik sahabatnya si Bintang ataupun kekasihnya Siang. Setelah sembuh Malam pergi menuju tempat Bintang, menanyakan keadaan sahabatnya itu. Bintang memperkenalkan kekasihnya Kabut, awalnya Bintang ingin marah kepada Malam, tapi karena dia melihat Malam yang masih setia pada persahabatan mereka, dia mengatakan alasan lain, “maafkan saya sobat, saya harus menemani kekasih saya Kabut”, Malam pun menjawab, “tidak apa-apa kawan, saya ingin melihat keadaanmu saja”. (semenjak itu setiap kabut menemui Bintang, Bintang tidak bisa menemani Malam”. Malam pergi menemui Siang. Sesampai dia di tempat Siang pada pagi hari, dia melihat Siang bersama dengan Matahari. Malam menyapa mereka berdua. Siang membalasnya, “hay Malam perkenalkan kekasih baru ku Matahari dia selalu ada di sisi ku tidak seperti kamu, Malam. Semenjak hari ini hubungan kita berakhir”. Malam pun menjawabnya, “ada apa denganmu Siang?, Ketahuilah saya setia padamu sampai kiamat tiba”. (semenjak itu Siang tidak lagi bersama Malam). Seperti halnya Bulan yang setia kepada kekasihnya yang telah tiada Wolverine. Malam akan selalu sendiri tanpa kekasih

Request cerita dari kak Ely Meyer

43 thoughts on “Malam dan Siang

  1. Tra…. bener agak bingun juga neh mana yg pria mana yg wanita …siang itu pria apa wanita Tra….

    maaf maaf cuma tanya, malu bertanya sesat di jalan… apalagi kagak punya ongkos tambah tersesat aja deh….

  2. Ping balik: [Polling] Apa yang kamu kerjakan setelah Sahur? « Langkah Catatanku

  3. wowwww ….. harus baca´beberapa kali hingga bisa memahami cerita di atas, tapi sedih juga ya ceritanya

    saat aku baca tulisan di atas, tokoh tokohnya ada di album fotoku, banyak sekali

    btw, terima kasih banyak Jay sudah dibikinin cerita, juga thanks linknya, kamu baik hati orgnya ya🙂

Silahkan bicara Sobat ::

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s