Tantanganku Adalah Keinginanku


Seorang pemuda yang amat tertutup, jarang bicara dan suka menyendiri. Sebagai mahasiswa dan juga guru private yang sering dipanggil Dim. Dim menarik perhatian sekelompok mahasiswi, Liz, Anes, dan Inka. Diantara mereka Liz lah yang paling penasaran. Anes dan Inka menantang Liz untuk mengajak Dim bicara bahkan menjadikannya pacar.

Saat Liz mendekati Dim. Dim malah pergi menjauh. Liz agak kesal. Dia kembali mendekati Dim di kantin. Saat Dim ingin menjauh Liz memegang tangannya.
“Apa mau mu?”, Dim.
“Ku ingin kau dengarkanku, itu saja!”, Liz.
“Bagaimana jika ku menolaknya”, Dim.
“Ku akan terus ganggu kamu”, Liz.

Di sela-sela pembicaraan Inka menghampiri Liz.
“Hay Liz, kau bicara dengan Dim?”, Inka.
“Oh iya, sekarang dia pacarku!”, Liz.
“Kapan aku menembakmu?, dia bohong.”, Dim.
“Ee… ma’af aku harus pergi. Selamat y Dim”, Inka.

Semenjak itu Liz terus menganggu Dim. Sampai akhirnya Dim menyerah.
Di taman kampus Dim duduk di bawah rindangnya pohon sambil membaca buku yang dipegangnya. Liz menghampirinya untuk kesekian kalinya.
“Hay Dim, boleh aku duduk di sampingmu”, Liz.
“Kau menang. Silahkan”, Dim.
Liz tidak melewatkan momen ini. Dia mencurahkan semua beban yang ada pada dirinya walaupun Dim hanya duduk di sampingnya tanpa bersuara dan hanya fokus membaca bukunya. Dengan sifat Dim yang amat tertutup sudah cukup bagi Liz untuk menjamin kerahasiannya.

Sampai akhirnya Liz berhenti bicara dan meneteskan air matanya. Tiba-tiba Dim bebicara dan memecahkan keheningan saat itu.
“Saat kau ditinggalkan orang yang paling menyayangimu, bukan berarti kau harus bersedih akan hal itu. Jangan selalu memikirkan semua kenangan yang ditinggalkannya pikirkan apa yang diinginkannya. Kau bukan seperti dirimu saat menangis”, Dim.
“Kau mendengarkanku?”, Liz.
“ee… tentu, bukan seharusnya yang kamu bicarakan tadi berada dalam buku diarymu?”, Dim.
“Tanks. Ini jauh lebih baik bagiku Dim”, Liz.

Hubungan mereka berlanjut. Dim tetap bersifat tertutup kecuali kepada Liz. Liz mulai menyukai Dim begitupun juga Dim.

44 thoughts on “Tantanganku Adalah Keinginanku

    • ^_^ Makasih Sweety!

      Sepertinya kedua-duanya.

      Awalnya Liz hanya memanfaatkan sifat Dim yang anti sosial sebagai tempat mengungkapkan semua rahasianya yang selama ini menjadi beban dirinya. Dim yang selalu setia mendengarkan ocehan hati Liz dan sesekali meresponnya secara positif, membuat Liz menyukai Dim.

      Sebenarnya Dim terpaksa mendengarkan curhat Liz. Dia yang selalu diganggu Liz, akhirnya mengalah. Setelah Dim mengetahui latar belakang Liz akhirnya dia merasa simpati. Dia tidak ingin membuat Liz bersedih. Setiap Liz datang padanya dia tidak lagi menjauh tidak seperti saat orang lain mendekatinnya, dia pasti selalu menjauh. Dim merasa kesepiannya terobati oleh Liz, dia senang karena Liz tidak memandang kekurangannya. Semua itu membuat Dim mulai menaruh ketertarikannya kepada Liz.

Silahkan bicara Sobat ::

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s