Di Balik Perang Sampit


Sebelum peristiwa berdarah meledak di Sampit, pertikaian antara suku Dayak dan suku Madura telah lama terjadi.
Suku Dayak
Yang jelas suku Dayak dapat hidup berdampingan dengan damai bersama suku lain tapi tidak dengan suku Madura. Kenapa orang Dayak jadi beringas terhadap etnis Madura? Saya sebagai suku Banjar dapat mengerti apa yang dirasakan saudara kami, suku Dayak.

Menengok kembali peristiwa lama yang mungkin termasuk pemicu terjadinya Tragedi di Sampit:

Tahun 1982, terjadi pembunuhan oleh orang Madura atas seorang suku Dayak, pelakunya tidak tertangkap, pengusutan atau penyelesaian secara hukum tidak ada.

Tahun 1983, di Kecamatan Bukit Batu, Kasongan, seorang warga Kasongan etnis Dayak di bunuh. Perkelahian antara satu orang Dayak yang dikeroyok oleh tigapuluh orang madura. Terhadap pembunuhan warga Kasongan bernama Pulai yang beragama Kaharingan tersebut, oleh tokoh suku Dayak dan Madura diadakan perdamaian. Dilakukan peniwahan Pulai itu dibebankan kepada pelaku pembunuhan, yang kemudian diadakan perdamaian ditanda tangani oleh ke dua belah pihak, isinya antara lain menyatakan apabila orang Madura mengulangi perbuatan jahatnya, mereka siap untuk keluar dari Kalteng.

Tahun 1996, di Palangka Raya, seorang gadis Dayak diperkosa di gedung bioskop Panala dan di bunuh dengan kejam dan sadis oleh orang Madura, ternyata hukumannya sangat ringan.

Tahun 1997, di Desa Karang Langit, Barito Selatan orang Dayak dikeroyok oleh orang Madura dengan perbandingan kekuatan 2:40 orang, dengan skor tinggi tetapi orang Madura mati semua. Orang Dayak tersebut diserang dan mencoba mempertahankan diri menggunakan
Tarian Daerah Suku Dayak
ilmu bela diri peninggalan nenek moyang suku Dayak dan sampai saat ini ilmu bela diri tersebut masih tetap dipertahankan. Hal itu bukan suatu yang asing atau mustahil bagi suku Banjar yang selama ini selalu berdampingan dengan suku Dayak. Di mana penyerang berhasil dikalahkan semuanya. Dan tindakan hukum terhadap orang
Dayak adalah dihukum berat.

Tahun 1997, di Tumbang Samba, ibukota Kecamatan Katingan Tengah, seorang anak laki-laki bernama Waldi mati terbunuh oleh seorang suku Madura tukang jualan sate. Si belia Dayak mati secara mengenaskan, tubuhnya terdapat lebih dari 30 tusukan. Anak muda itu tidak tahu menahu persoalannya, sedangkan para anak muda yang bertikai dengan si tukang sate telah lari kabur. Si korban Waldi hanya kebetulan lewat di tempat kejadian saja.

Tahun 1998, di Palangka Raya, orang Dayak dikeroyok oleh empat orang Madura hingga meninggal, pelakunya belum dapat ditangkap karena melarikan diri, kasus inipun tidak ada penyelesaian secara hukum.

Tahun 1999, di Palangka Raya, seorang petugas Tibum (ketertiban umum) dibacok oleh orang Madura, pelakunya di tahan di Polresta Palangka Raya, namun besok harinya datang sekelompok suku Madura menuntut agar temannya tersebut dibebaskan tanpa tuntutan. Ternyata pihak Polresta Palangka Raya membebaskannya tanpa tuntutan hukum.

Tahun 1999, di Palangka Raya, kembali terjadi seorang Dayak dikeroyok oleh beberapa orang suku Madura karena masalah sengketa tanah. Dua orang Dayak dalam perkelahian tidak seimbang itu mati semua. Sedangkan pembunuh lolos, malahan orang Jawa yang bersaksi dihukum 1,5 tahun karena dianggap membuat kesaksian fitnah terhadap pelaku pembunuhan yang melarikan diri itu.

Tahun 1999, di Pangkut, ibukota Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat, terjadi perkelahian massal dengan suku Madura. Gara-gara suku Madura memaksa mengambil emas pada saat suku Dayak menambang emas. Perkelahian itu banyak menimbulkan korban pada kedua belah pihak, tanpa penyelesaian hukum.

Tahun 1999, di Tumbang Samba, terjadi penikaman terhadap suami-isteri bernama Iba oleh tiga orang Madura. Pasangan itu luka berat. Dirawat di RSUD Dr. Doris Sylvanus, Palangka Raya. Biaya operasi dan perawatan ditanggung oleh Pemda Kalteng. Namun para pembacok tidak ditangkap, katanya? sudah pulang ke pulau Madura. Kronologis kejadian tiga orang Madura memasuki rumah keluarga Iba dengan dalih minta diberi minuman air putih, karena katanya mereka haus, sewaktu Iba menuangkan air di gelas, mereka
membacoknya, saat istri Iba mau membela, juga di tikam. Tindakan itu dilakukan mereka menurut cerita mau membalas dendam, tapi salah alamat.

Tahun 2000, di Pangkut, Kotawaringin Barat, satu keluarga Dayak mati dibantai oleh orang Madura, pelaku pembantaian lari, tanpa penyelesaian hukum.

Tahun 2000, di Palangka Raya, 1 satu orang suku Dayak di bunuh oleh pengeroyok suku Madura di depan gedung Gereja Imanuel, Jalan Bangka. Para pelaku lari, tanpa proses hukum.

Tahun 2000, di Kereng Pangi, Kasongan, Kabupaten Kotawaringin Timur, terjadi pembunuhan terhadap SENDUNG (nama kecil). Sendung mati dikeroyok oleh suku Madura, para pelaku kabur, tidak tertangkap, karena lagi-lagi katanya sudah lari ke Pulau Madura. Proses hukum tidak ada karena pihak berwenang tampaknya belum mampu menyelesaikannya (tidak tuntas).

Tahun 2001, di Sampit (17 s/d 20 Februari 2001) warga Dayak banyak terbunuh karena dibantai. Suku Madura terlebih dahulu menyerang warga Dayak.

Tahun 2001, di Palangka Raya (25 Februari 2001) seorang warga Dayak terbunuh diserang oleh suku Madura. Belum terhitung kasus warga Madura di bagian Kalimantan Barat, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Suku Dayak hidup berdampingan dengan damai dengan Suku Lainnya di Kalimantan Tengah, kecuali dengan Suku Madura. Kelanjutan peristiwa kerusuhan tersebut (25 Februari 2001) adalah terjadinya peristiwa Sampit yang mencekam.

“Sebelum lanjut cerita berikutnya, admin berharap tidak ada yang menganggap berita ini adalah sara. Kejadian demi kejadian di atas di paparkan bukan karena melihat dari satu sisi saja dan info ini tidak untuk saling memfitnah atau sejenisnya tapi hanya untuk sebagai pengingat dan pelajaran bagi kita agar tidak terulang kembali kejadian mengerikan seperti ini.”

Lanjut cerita: Banyak Versi tentang latar belakang tragedi ini, apa yang membuat suku Dayak di Kalteng begitu kalap dalam menghadapi warga Madura. Hampir semua warga dan tokoh Dayak yang menunjuk perilaku kebanyakan etnis Madura sebagai penyebabnya. H Charles Badarudin, seorang tokoh Dayak di Palangkaraya menceritakan kelakuan warga Madura banyak yang tidak mencerminkan peribahasa “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”. Ia mencontohkan salah satunya dalam soal tanah.

Ada Versi lain mengatakan: Terjadinya perang antar suku Dayak dan suku Madura karena kecemburuan sosial-Ekonomi.

Versi berbeda juga menceritakan: Banyak sebab yang membuat suku Dayak seakan melupakan asazi manusia, baik langsung maupun tidak langsung. Masyarakat suku Dayak di Sampit selalu “terdesak” dan selalu mengalah. Dari kasus dilarangnya menambang intan di atas “tanah adat” mereka sendiri karena dituduh tidak memiliki izin penambangan. Hingga kampung mereka yang harus berkali-kali pindah tempat karena harus mengalah dari para penebang kayu yang mendesak mereka makin ke dalam hutan. Sayangnya, kondisi ini diperburuk lagi oleh ketidakadilan hukum yang seakan tidak mampu menjerat pelanggar hukum yang menempatkan masyarakat Dayak menjadi korban kasus-kasus tersebut.

Tidak sedikit kasus pembunuhan orang dayak (sebagian besar disebabkan oleh aksi premanisme Etnis Madura) yang merugikan masyarakat Dayak karena para tersangka (kebetulan orang Madura) tidak bisa ditangkap dan di adili oleh aparat penegak hukum.

Etnis madura yang juga punya latar belakang budaya kekerasan ternyata menurut masyarakat Dayak dianggap tidak mampu untuk beradaptasi (mengingat mereka sebagai pendatang). Sering terjadi kasus pelanggaran “tanah larangan” orang Dayak oleh penebang kayu yang kebetulan didominasi oleh orang Madura. Hal inilah yang menjadi salah satu pemicu perang antar etnis Dayak-Madura.

Dari cara mereka melakukan usaha dalam bidang perekonomian saja, mereka terkadang dianggap terlalu kasar oleh sebagian besar masyarakat Dayak, bahkan masyarakat Banjar sekalipun. Banyak cara-cara pemaksaan untuk mendapatkan hasil usaha kepada konsumen mereka. Banyak pula tipu-daya yang mereka lakukan. Namun, tidak semua suku Madura bersifat seperti ini.

Jadi, berita atau anggapan tentang kecemburuan sosial-ekonomi yang menjadi penyebab pecahnya “perang” tersebut dari hasil pengamatan dan penilaian Versi lain ini adalah tidak benar.

Ada yang mengungkapakan bahwa pertikaian yang sering terjadi antara Madura dan Dayak dipicu rasa etnosentrisme yang kuat di kedua belah pihak. Semangat persukuan inilah yang mendasari solidaritas antar-anggota suku di Kalimantan. Situasi seperti itu diperparah kebiasaan dan nilai-nilai yang berbeda, bahkan mungkin berbenturan. Misalnya, adat orang Madura yang membawa parang atau celurit ke mana pun pergi, membuat orang Dayak melihat sang “tamu”-nya selalu siap berkelahi. Sebab, bagi orang Dayak, membawa senjata tajam hanya dilakukan ketika mereka hendak berperang atau berburu. Tatkala di antara mereka terlibat keributan dari soal salah menyabit rumput sampai kasus tanah amat mungkin persoalan yang semula kecil meledak tak karuan, melahirkan manusia-manusia tak bernyawa tanpa kepala

Pakaian Adat Suku Dayak
Saat terjadi pembantaian di Sampit Etnis Dayak yang tengah di rasuki kemarahan dapat membedakan suku Madura dengan suku-suku lainnya, yang jelas suku-suku lainnya luput dari “serangan beringas” orang-orang Dayak. Itu karena suku Dayak adalah suku yang masih meyakini adat-adat nenek moyangnya. Suku Dayak mempunyai cara yang jika melalui akal sehat tidak dapat di terima.
Suku Banjar
Itulah suku Dayak, yang saya sendiri suku Banjar tidak meragukannya.

Selama ini yang kami tahu suku Dayak sangatlah ramah. Itu terbukti, dari dulu dua suku di kalimantan yaitu suku Dayak dan suku Banjar selalu bisa berdampingan. Suku Dayak hanya ingin mendapatkan haknya yang tidak bisa dipenuhi pemerintah. Dulu pemerintah mengabaikan hal-hal ini dan samapi akhirnya hal ini menjadi besar dan baru pemerintah turun tangan.

Semenjak kejadian tersebut sampit dikenal dengan kota berdarah. Jika kota tersebut bisa bicara mungkin beginilah yang akan dia ucapkan.
“Kami sudah cukup ramah dan selalu bisa ramah, tapi apa yang kamu berikan, sebaliknya. Kami juga punya batas kesabaran.”

109 thoughts on “Di Balik Perang Sampit

  1. waw ter nyata dayak pemenang x….
    wong yg posting orang dayak….

    saya baru pulang dari kotim saya bekerja d sawit sembuluh sampit knapa gak ada orang dayak yg ramah…?. malah saya di plak dan dipukuli sama orang setempat yg lg mabuk
    ke esokan hari x saya pergi ke toko di pasar sembuluh malah dapat prilaku kasar dari orang dayak karna saya tidak jadi membeli barang yg dia jual.

    makanya saya heran kata orang, orang dayak ramah tapi kasar, kata orang sopan tapi slalu mabuk dan kasar selalu buat onar. makanya saya tidak heran kalo orang madura kasar d kalimantan karna orang dayak yg mulai duluan. gak ada asap kalo gak ada

  2. sebenarnya hal ini sangat berlebihan sobat, dan cara anda menyampainyapun cukup memprihatinkan sekali. saya berasal dari suku dayak ngaju namun pembelaan seperti itu kuranglah baik. pernyataan anda kurang memberikan pernyataan yang signifikan. apakah anda yakin kebenaran itu? apakah anda yakin bahwa itu murni dari kedua belah pihak? tidak ada setan ke tiga keempat yang mungkin dari suku lain? setau sayapun suku jawa banyak beterbaran ditanah kalimantan. sayapun yakin anda bukan pihak yang mengalaminya langsung terbukti dengan anda hanya berani menyebutkan dengan kata “Saudara Kami”. saya harap anda bisa mengekspresikannya lebih bijak lagi, tanpa anda sadari anda membuka luka lama yang sempat tertutup, karena tragedi itu saya merasakan pahitnya karena ayah saya seorang etnis madura, awal saya menginjakkan kaki di tanah madura saya ketakutan dan ternyata saya salah, banyak hal baik yang saya pelajari dari suku madura, dari kekeluargaannya, loyalitas mereka, ramah tamah mereka, memang logat mereka terdengar keras, kasar dan kejam, namun jika anda tahu hati mereka baik bahkan saya melihat hal yang sangat takjub dari keteladanan, ketekunan dan kegigihan mereka dalam bekerja yang saya tidak lihat di suku manapun. sedikit rezeki yang mereka dapatkan mereka niatkan untuk dapat beribadah ke tanah suci mekkah. saya pun merasa malu, saya dan teman-teman saya dikalimantan memilih hal yang instan. jika anda lihat di POM bensin dalam kondisi antri dan disampingnya ada penjual bensin eceran, kami memilih untuk tidak mengantri. menurut saya kebaikan dan kejahatan seseorang bergantung pada cara mereka berfikir dan bagaimana mereka bergaul.. berhati-hatilah dalam menyampaikan sesuatu wahai sobat. jangan sampai tulisan anda yang belum ada kebenaran ini menambah permusuhan bangsa ini.

  3. sya orang jawa..
    saya pernah merantau di kalimantan timur..kebetulan berkenalan dengan orang dayak, kalau tdk salah namanya Fihrt seorang manajemen HRD perusahaan tambang. baru pertama kenal dia langsung menawari saya pekerjaan untuk saudara saya di jawa, kalau ada yang butuh pekerjaan.
    baru pertama kenal sidah sebegitu baiknya.
    dan memang benar rata2 orang dayak itu kalem,

  4. semua orang didunia ini nggak ada yang sempurna,punya kekurangan dan kelebihan masing2. tergantung dari kitanya juga bagaimana sikap kita satu sama lain,saya orang madura tapi teman saya banyak dayak karena saya tinggal ditanah borneo,tapi gak seutuhnya madura,masih campuran.semuanya tergantung sikap kita saja jika kita menghormati kita akan dihormati

  5. Madura Returns ! Main backing di wilayah sendiri itu bayi ! Main ke Madura Bos ! biar tau sebenarnya Madura itu Madu dan Darah !

  6. Assalamualaikum, jadi pingin nebeng ngobrol. Saya asal Jogja, karena profesi pekerjaan saya keluar masuk hutan Kalimantan. Saya merasa bangga dengan anak bangsa Indonesia yg memang sangat santun dan punya budaya yg begitu indah. Masyarakat dayak adalah masyarakat yg sangat bisa bertoleransi dg perbedaan, apakah itu suku, agama, dan darimana berasal.
    Saya masih inget dari luka kerusuhan, pada saat saya izin utk diantarkan pd sebuah kampung dimana disana banyak bermukim org madura, saudara saya dari dayak ini berkata : “mas baiknya jangan lewat sana, saya masih malu mengingat peristiwa itu”. Artinya saudara saya dayak mengakui sebuah kekhilafan yg tidak pandang bulu, dan dengan ksatria tidak ingin itu terulang lagi, biarlah itu masa lalu dan kini hidup berdampingan dan saling menghargai itu akan lebih indah.
    Gambaran itu saya dapatkan dg kehidupan madura-dayak di Kalbar, kecuali di Sambas.
    Menjadi aneh tatkala org Sambas yg Melayu dan Islam masih punya dendam yg belum tersembuhkan dg saudara2 yg kebetulan madura.
    Harusnya mencontoh saudara dayak yang bisa menerima kembali saudara etnis madura dengan lebih santun dan saling menjaga kerukunan.

    Salam damai untuk Indonesia.

  7. Waktu ade ane kerja di Batam..
    Ada orang dayak,yg megang tangan ane sambil ngomong…

    Orang Dayak: ade orang jawa yah…
    Ade ane: bagaimana bapa bisa tahu ???
    Orang Dayak: dari bau darah ade..

    Dari bau darah bisa tahu 😨

  8. Hidup dayak.
    Hidupndayak
    Hidup dayak

    Wahai cucu ku. Ku titipkan hutan dan alam ini padamu
    Jaga dn rawatlah sperti kau merawat anakmu.
    Save borneo.

    #aku uluh dayak ngaju
    #pin 56b2fdbd
    #fb mario overdosis

  9. pesan saya untuk semuanya JANGAN PERNAH MELIHAT MANUSIA DENGAN SISI BURUKNYA KARNA KALAU KAMU MELIHAT SISI BURUKNYA ITU AKAN MENJADI SUATU KARAKTER MU DAN MEMBETUK JADI KEPRIBADIAN MU DAN AKHIR NYA SEMUA YANG DI BICARAKAN OLEH MANUSIA LAIN NYA AKAN SALAH SALAH DI MATA MU dan Pada inti nya KALIAN SEMUA MANUSIA SAMA SEPERTI SAYA DI CIPTAKAN OLEH TUHAN DAN KELAK PASTI KEMBALI PADA TUHAN (salam dari saya manusia yang tidak sempurna karna kesempurnaan hanyalah milik tuhan)😊

  10. Indonesia tanah airku
    Tanah tumpah darahku
    Disanalah aku berdiri
    Jadi pandu ibuku
    Indonesia kebangsaanku
    Bangsa dan Tanah Airku
    Marilah kita berseru
    Indonesia bersatu

    Hiduplah tanahku
    Hiduplah negriku
    Bangsaku Rakyatku semuanya
    Bangunlah jiwanya
    Bangunlah badannya
    Untuk Indonesia Raya

    Indonesia Raya
    Merdeka Merdeka
    Tanahku negriku yang kucinta

    Indonesia Raya
    Merdeka Merdeka
    Hiduplah Indonesia Raya

    Indonesia Raya
    Merdeka Merdeka
    Tanahku negriku yang kucinta

    Indonesia Raya
    Merdeka Merdeka
    Hiduplah Indonesia Raya

  11. Wah Wah,,, saya suka masuk dalam blog ini. saya sangat senang pada akhirnya generasi baru indonesia yang baru dapat melihat perdamaian sebagai sesama anak bangsa dari bangsa yang besar ini bangsa indonesia yang adalah hal utama yang perlu bersama diupayakan…semua yang berkomen disini menurut saya dewasa dan terpelajar..ini cikal bakal benih unggul yang sedang tumbuh di negeri nusantara..saya minang lahir di ambon ke bandung sekarang di jakarta,, dulu di ambon bersahabat dengan seorang madura gendut ug dengan dia saya sering bercanda… juga bersahabat dengan seorang dayak yang bersekolah di perguruan tinggi pelayaran selana dijakarta..yang saya tahu tentang orang dayak ini adalah kerinduannya akan pulau borneonya. dia pernah menulis ke bumi penghasil minyak aku akan kembali tunggu aku borneoku…saya ingin bilang mereka semua saudaraku sesama anak bangsa..saya melihat kedepan kepada tujuan negeri ini dimana semboyannya bhineka tunggal ika…kita berbeda tapi satu, ada yang manis ada yang nakal ada juga berangsan…tapi kita tetap satu. diakui atau tidak disadari atau tidak….slam

  12. Papatah minang lamo ” dimano bumi dipijak disinan langik dijunjuang” ..salam rindu buat ” saudara sedarah jauh” kami,urang dayak dan urang banjarbanjat

    • Mengenai ulasan bla bla bla,ada oknum org madura yg berprilaku tdk baik. saya mungkin menggaris bawahi penulis yg menguraikan rentetan kejadian2.memang mungkin juga benar adanya….Tapi setahu saya suku2 di Indonesia itu sangat santun dg adat istiadatnya..termasuk Suku Madura yg rata2 agamis.Cuma dalam pandangan saya bukan sekedar itu permasalahannya…!!! tapi jauh dibelakang itu. Negeri kita ini sedang diuji asas persatuannya melalui berbagai isu a.l ;isu sara,etnis dsb. karena bukan cuma di borneo saja ada letupan2…tapi ditempat lain seperti di POSO issue agama,PAPUA..,ACEH..dlsb…!!!.Yang penting kedepan Bagaimana Kita yg bersuku-suku ini tetap dalam payung NKRI selalu waspada bukan membanggakan kesukuan semata. Tapi PERSATUAN INDONESIA.jika terjadi pelanggaran Hukum bisa diselesaikan dan ditindak lewat HUKUM.Disini Pemerintah harus Tegak,Tegas dan Tegar dalam Berdemokrasi. Salam Santun Untuk Semua.

  13. Saya orang jawa :

    kebanyakan orang madura yg saya temui memang kasar,arogan,dll. Tpi tdk semua nya gan. Orang madura kalau yg baik, baiknya minta ampun… Dermawan pula.
    Nah. Kalau orng Dayak saya kagak tau. Cuman saudara saya ada yg merantau dikalimantan. Dan memang orng sana ramah”.

    Dan saya punya pertanyaan. Apa sekarang 2015 masih ada konflik madura – dayak ? Apa di daerah dayak ada orang madura?
    dan kita hidup diNKRI yg satu saudara tdk memandang suku,agama,dll. “dilangit kita beda pijak bumi kita sama”😉
    salam damai

    • sudah gk ada lagi yg namanya pertikayan atau konflik bro, orang dayak itu ramah-ramah bahkan mereka bisa melupakan apapun yg sudah terjadi di masa lalu, mereka gk pendendam bahakan orang madura sudah banyak yg berjualan di kalimantan.

  14. Ritual adat sebelum mengayau disebut Nyaru Tariu & dilakukan di Pandagi (tempat yg dianggap keramat) bukan DI SEMBARANG TEMPAT. Org-org yg ikut dalam ritual Nyaru Tariu setelah selesai ritual akan kerasukan & org yg tdk sanggup malah bisa pingsan. Org yg kerasukan setelah ritual ini akan mempunyai sifat sangat sadis & tdk mengenal rasa takut (ini yg disebut oleh dunia sebagi Ghost Warrior atau ada yg menyebutnya Pasus Dayak) apa pun itu namanya. Bahkan dalam kejadian kayau yg dilakukan dayak hulu seperti tsb di atas, tdk cuma memenggal kepala tapi jantung & hati para tetua adat dayak hilir telah dimakan mentah dalam keadaan masih berlumuran darah. Ini tdk akan sanggup dilakukan oleh manusia manapun apabila dalam keadaan sadar.
    Org-org yg telah kerasukan dalam ritual Nyaru Tariu di Pandagi secara fisik dapat dilihat dengan ciri-ciri : Tatapan matanya seperti mayat hidup, berperilaku seperti pembunuh berdarah dingin & pada warna putih bola matanya akan banyak muncul urat yg berwarna merah darah sehingga kalau dari jauh warna putih bola matanya terlihat menjadi merah darah. Itu ciri umum yg banyak diketahui org tapi ada satu hal yg tdk pernah diketahui org & hanya diketahui oleh para Damung Adat Suku Dayak. Hal ini telah menjadi rahasia beberapa generasi Damung Adat Suku Dayak tapi karena begitu banyaknya org-org yg salah mengartikan & mendefinisikan kayau & bahkan mengaku-ngaku pernah menjadi Ghost Warrior hanya utk kesombongan & keangkuhan maka fakta tentang kayau ini harus diungkapkan. Ciri yg menjadi rahasia tsb adalah : org-org yg kerasukan tsb mempunyai ciri khas tersembunyi yaitu di bagian dalam pada kedua kelopak mata bawah terdapat tanda merah dari darah seperti tahi lalat. Hal ini yg membuat mereka bisa melihat utk membedakan mana musuh yg sebenarnya & satu tanda merah darah lagi yaitu bagian dalam bibir atas mereka. Hal ini membuat mereka bisa mencium bau musuh sebenarnya bahkan sanggup memakan jantung&hati musuhnya yang masih berlumuran darah. Apabila tanda itu hilang maka mereka akan kembali normal sadar dari kerasukan. Setiap org berbeda tingkat & lama kerasukannya, apabila ada org yg kerasukannya berlangsung lama maka akan di bawa kembali kepada Balian Adat utk mengakhiri kerasukan tsb.
    Hukum Adat Kayau di jaman ini seharusnya di terjemahkan dalam definisi yg berbeda. Kayau (memenggal KEPALA) seharusnya didefinisikan sebagai cara utk membuat para KEPALA pemerintahan di Negeri ini (Bupati/Walikota, Gubernur dll bahkan Presiden) agar bisa berbuat utk kesejahteraan tanah leluhur & org yg memenangkan cara tsblah yg harus diagungkan sebagai THE GHOST WARRIOR atau SANG KESATRIA HANTU.
    Inilah pesan seorg kakek yg pernah menjadi Kepala Adat Suku Dayak & diberi gelar kehormatan adat sebagai DAMUNG TINGANG RUAI JALAYA di pedalaman Sampit yg tahun ini berusia genap 100 tahun, kepada cucunya yg telah menceritakan tentang pendapat org-org tentang kayau.
    SALAM DAMAI SELALU BORNEO

  15. Hukum adat kayau dan ritualnya ditetapkan oleh para Tetua Adat (Damung Adat, Mantir Adat, Balian Adat) dengan 3 unsur pertimbangan :
    1. Darah telah tumpah di tanah Borneo.
    2. Roh suci leluhur Borneo/Roh Kepala Adat Suku Dayak yang sangat dihormati telah dihina dan dilecehkan (tiap suku dayak berbeda menyebut roh suci leluhur mereka di antaranya : Nyangiang, Badewa, Parapah, Patahu dll. Termasuk dalam hal ini roh Nyangiang Pangkalima Burung).
    3. Pelaku yang menumpahkan darah di tanah Borneo tidak mendapat hukuman yang setimpal ditinjau dari sudut hukum adat dayak.
    Damung / Demang / Damang adalah Kepala Adat Suku Dayak
    Mantir Adat adalah orang yang dipercaya untuk mengurusi masalah adat dan kepercayaan.
    Balian Adat orang yang dipercaya memimpin ritual adat.
    Hukum Adat Kayau berlaku bagi siapa saja yang berdiam di tanah Borneo bahkan berlaku untuk suku dayak itu sendiri. Ini pernah terjadi di jaman dulu di mana para tetua suku dayak hulu menetapkan hukum adat kayau kepada suku dayak hilir karena suku daya hilir telah melakukan 3 unsur tersebut kepada suku dayak hulu.
    Dalam hukum adat kayau yang di kayau hanya kelompok yang telah melakukan 3 unsur tersebut. Tetapi dalam pelaksanaan kayau, sering kali terjadi, orang-orang yang tidak ikut melakukan ritual adat mengayau yang dipimpin Balian Adat, malah ikut melakukan kayau karena mempunyai dendam terhadap suku/kelompok yang dikenakan hukum adat kayau. Sehingga terjadilah hal-hal yang diluar kendali dari hukum adat kayau tersebut.
    Ritual adat sebelum mengayau disebut Nyaru Tariu dan dilakukan di Pandagi (tempat yang dianggap keramat) bukan DI SEMBARANG TEMPAT. Orang-orang yang ikut dalam ritual Nyaru Tariu setelah selesai ritual akan kerasukan dan orang yang tidak sanggup malah bisa pingsan. Orang yang kerasukan setelah ritual ini akan mempunyai sifat sangat sadis dan tidak mengenal rasa takut (ini yang disebut oleh dunia sebagi Ghost Warrior atau ada yang menyebutnya Pasus Dayak) apa pun itu namanya. Bahkan dalam kejadian kayau yang dilakukan dayak hulu seperti tersebut di atas, tidak cuma memenggal kepala tapi jantung dan hati para tetua adat dayak hilir telah dimakan mentah dalam keadaan masih berlumuran darah. Ini tidak akan sanggup dilakukan oleh manusia manapun apabila dalam keadaan sadar.
    Orang-orang yang telah kerasukan dalam ritual Nyaru Tariu di Pandagi secara fisik dapat dilihat dengan ciri-ciri : Tatapan matanya seperti mayat hidup, berperilaku seperti pembunuh berdarah dingin dan pada warna putih bola matanya akan banyak muncul urat yang berwarna merah darah sehingga kalau dari jauh warna putih bola matanya terlihat menjadi merah darah.
    Itu ciri umum yang banyak diketahui orang tapi ada satu hal yang tidak pernah diketahui orang dan hanya diketahui oleh para Damung Adat Suku Dayak. Hal ini telah menjadi rahasia beberapa generasi Damung Adat Suku Dayak tapi karena begitu banyaknya orang-orang yang salah mengartikan dan mendefinisikan kayau dan bahkan mengaku-ngaku pernah menjadi Ghost Warrior hanya untuk kesombongan dan keangkuhan maka fakta tentang kayau ini harus diungkapkan. Ciri yang menjadi rahasia tersebut adalah : orang-orang yang kerasukan tersebut mempunyai ciri khas tersembunyi yaitu di bagian dalam pada kedua kelopak mata bawah terdapat tanda merah dari darah seperti tahi lalat. Hal ini yang membuat mereka bisa melihat untuk membedakan mana musuh yang sebenarnya. Dan satu tanda merah darah lagi yaitu bagian dalam bibir atas mereka. Hal ini membuat mereka bisa mencium bau musuh sebenarnya. Apabila tanda itu hilang maka mereka akan kembali normal sadar dari kerasukan. Setiap orang berbeda tingkat dan lama kerasukannya, apabila ada orang yang kerasukannya berlangsung lama maka akan di bawa kembali kepada Balian Adat untuk mengakhiri kerasukan tersebut.
    Apabila ada orang dalam kelompok/suku yang dikenakan hukum adat kayau hanya ikut-ikutan dan tidak melakukan 3 unsur di atas maka untuk selamat dari Ghost Warrior ini yaitu dengan mencari satu helai bulu burung Tingang, kalau tidak ada bisa diganti satu helai bulu burung Ruai dan kalau tidak juga bisa diganti dengan 3 lembar daun Hanjuang Merah. Lekatkan/tempelkan tepat di jantung (diikat atau apa saja) dan pakailah sesuatu agar tidak terlihat. Maka yakin akan selamat dari para Ghost Warrior. Tapi bila anda melakukan 3 unsur tersebut di atas walau sudah melekatkan/menempelkan salah satu dari 3 benda tersebut di atas, tetap anda akan dapat diketahui oleh para Ghost Warrior ini. Apalagi kalau anda membawa senjata yang telah menumpahkan darah tersebut maka anda akan menjadi target yang paling di buru oleh para Ghost Warrior ini.
    Hukum Adat Kayau di jaman ini seharusnya di terjemahkan dalam definisi yang berbeda. Kayau (memenggal KEPALA) seharusnya didefinisikan sebagai cara untuk membuat para KEPALA pemerintahan di Negeri ini (Bupati/Walikota, Gubernur dll bahkan Presiden) agar bisa berbuat untuk kesejahteraan tanah leluhur. Dan orang yang memenangkan cara tersebutlah yang harus diagung sebagai THE GHOST WARRIOR atau SANG KESATRIA HANTU.
    Inilah pesan-pesan yang disampaikan seorang kakek yang pernah menjadi Kepala Adat Suku Dayak dan diberi gelar kehormatan adat sebagai DAMUNG TINGANG RUAI JALAYA di pedalaman Sampit yang pada tanggal 21 Maret 2015 tadi berusia genap 100 tahun, kepada cucunya yang telah menceritakan tentang pendapat orang-orang tentang kayau termasuk di blog ini.
    SALAM DAMAI SELALU UNTUK BORNEO

  16. saya Arwan dari suku BUTON.,. mohon maaf kalau ada kesalahan dr suku buton., insyaallah “dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung” salam buat suku buton yang ada didaerah kalimantan,.

  17. Saya dapat mengerti dengan adanya gesekan gesekan seperti itu… Buktinya kawan saya dari jawa ketika perang dayak vs madura dia tidak di ganggu karna memang tidak ada salah mungkin… Dan suku lain selain madura mereka bisa hidup tenang meski di sebelah rumah ada pembantaian… Saya dapat mengerti.. Maaf ini perumpamaan hewan seperti anjing yang tak punya daya pikir seperti manusia bila di pukul atau disakiti dia akan simpan dalam ingatan siapa yang memukul atau menyakiti lambat laun pasti si anjing akan menggigit yang menyakiti…
    Apalagi manusia seperti suku dayak yang punya hati nurani dan pikiran sama seperti kita manusia..
    Semoga itu semua menjadi sejarah dan catatan buat anak cucu kita kelak… Bahwa ” dimana langit di junjung di situ bumi di pijak” dan untuk masa mendatang kita semua dari sabang sampai merauke masih satu saudara…. Apapun itu suku dan agama setuju saudaraku semua

    • Saya suhar dari indramayu
      Mhon maav

      Sya pun pndtang di kaltim
      Org dayak dsni baek” dan ramah” ajj
      Di jkt kmi org indrmayu bnyk yg gk suka sma org madura
      Krn sok berkuasa pdhal kita sma pndtg.
      Klo jualn maunya mengusai tempat. Dan klo ngmong sllu ksar
      Smpe skrg pun sifat msih trjdi
      Tlong lah klo kita sma sma pndtg gk ush rese dan jngan sok jagoan
      Org pribumi ajj gk kyk gt.

      Bner kta mas yg d ats blnk
      Bnyk org dr madura. Bnyk yg bermslh klo soal pengkreditan mtor dan mobil
      Sya mngtakn bgini krn fakta
      Dan sya jg krj d finance sbg survaiyer mtor
      Bnyk nasabh sya lri org madura.

  18. Semarah apapun tetaplah pertimbangkan. Bahwa tidak semua orang itu bersalah. Yang tahu cuma Tuhan. Kenapa tega sampai anak2, wanita, orang tua jadi korban.

    • orang dayak membantai yang berdosa dan tak berdosa… orang madura membantai yang tak berdosa…. “PAHAMI ITU”

    • saya setuju mas dayak, mohon maaf sebelumnya tapu emang kalo suku madura itu waktu di tempat lain suka membuat masalah

  19. Ini kisah Saya pribadi waktu saya mau merantau ke Bulungan, yang katanya di sana masih banyak suku2 dayak yg primitif. Oleh orang tua saya, saya diberi nasihat ;
    1. Jangan lupa sholat 5 waktu
    2. Jangan suka berjanji (krn org dayak itu sangat ingat dgn janji org lain)
    3. Jangan sembarang meludah (krn katanya dlm budaya dayak kalau kita sembarang meludah di depan mereka, itu sebuah penghinaan)
    4. Kalau bertamu ke rumah org, jangan lama2…
    5. Dan kalau ada org bertamu di rumah kita, buka pintu n jendela lebar2…..(buat menghilangkan fitnah)

    Inilah diantara nasihat orang tua saya, yang intinya DIMANA BUMI DIPIJAK, DISITU LANGIT DIJUNJUNG…..

  20. Saya Banjar.
    Kenapa di artikel di atas para pelaku pembunuhan/pemerkosaan dr Madura itu bisa lepas, krn tokoh2 mereka yg kaya2 di kalteng langsung lobby pihak kepolisian. Seharusnya etikanya, gak bisa dibela tuh anggota suku yang melakukan kejahatan, krn akan merusak citra suku itu sendiri. Inilah jeleknya MADURA. Yah, jangan salahkan kalau kemudian hari malah dibantai pihak yang pernah terzhalimi.
    Paling tidak bagaimana membuat pihak suku lain bisa berempati dgn kita melakukan tindakan menyerahkan pelaku kejahatan dr anggota suku kita, atau pengadilan internal yg disaksikan suku lain yang terzhalimi kejahatan oleh anggoita suku kita. Saya kira andaikata ini dilakukan, gak akan pernah terjadi TRAGEDI PILU SAMPIT.

    Saya punya cerita dr ayah saya yang pernah jadi sopir angkutan pedesaan di wilayah basis madura di Kalsel, kata ayah saya, pernah mobil Beliau ditumpangi tokoh agama (Kyai) org Madura, ketika turun, Kyai itu gak bayar. Krn dia menganggap sbg tokoh agama, biasanya digratiskan org lain.
    Padahal etika Islam gak gitu, seharusnya dibayar dulu, kalau toh sopirnya bilang menggratiskan setelah kita mau bayar, itu soal lain. Yang penting lakukan dulu pembayaran. Malah setahu saya, Kyai yg benar2 mengikuti ajaran Islam, lebih pemurah kepada org lain, apa lagi kpd yg menolongnya.

    Kami orang Banjar bisa hidup rukun dgn Madura, krn kesamaan aqidah Islamiyah cuman kami rata2 gak mau berurusan dgn Madura, krn tahu AKHLAQ Jelek Madura (Premanisme).
    Pernah kejadian perkelahian antara pemuda Banjar dan Madura, dan pemuda madura mati, eh, mereka nyerbu kampung lawan duel…..main keroyok sekompi…

    Makanya bagi kawan2 kami dr suku MADURA, cobalah introspeksi, yang kata agama kita disebut MUHASABAH diri. Apalagi kita ini sesama Islam ahlussunnah wal jamaah, seharusnya bisa berdampingan dan membawa nama baik agama kita, bukan sebaliknya.
    Kami pun sangat menghormati Kyai Kholil Bangkalan dan lainnya, sebagaimana kalian sangat menghormati tokoh2 agama kami spt Datu Kalampayan dan lainnya.
    Ini nasihat dr kami sebagai sesama beragama Islam

  21. Ancene roto2x wong meduro wes koyo ngono, yo iku sebagai pelajaran dan bisa diambil hikmahnya, ….mase’o nang suroboyo yo klakuan ne’ yo ngono, nggathelin puool….’Kemlinthi…*wak dhewe setuju ae wong meduro di guak ae nang asal’e …gak eruh pribaha iku, dimana tanah dipijak,disitu langit dijunjung….

    • ANDA TIDAK TAU PERSIS KEJADIAN,….ITU ATAS NAMA SUKU MADURA..TETAP APABILA SESEORANG BERBUAT KEJAHATAN ATAU PEMBUNUHAN BUKAN BERARTI SEMUA DI KATAKAN SALAH. SY KIRA ANDA HARUS BELAJAR LG. TENTANG BINNEKA TUNGGAL EKAN DAN HUKUM. TKS. SOBAT

    • Ini berita serius, tak mengada-ada, saya dapat langsung dari orang dalam. Sekarang di Bandung, Cimahi dan sekitarnya, orang Madura atau setiap pengaju kredit yang diduga orang Madura pasti diblacklist lembaga-lembaga penyalur kredit kecil dan menengah seperti BPR dan koperasi. Ini karena sudah tak terhitung lagi pengalaman pahit lembaga finansial jika berurusan dengan orang Madura. Kebanyakan orang Madura suka kabur membawa uang atau barang yang dikreditnya. Kalau sudah kabur ke pulau asalnya, mustahil terlacak karena sesama orang Madura sangat kompak saling melindungi.

    • Diedit dari postingan arsip lama:

      From: “Kadir Jaelani”
      Subject: Gambaran suku Madura
      Date: Fri, 23 Feb 2001 01:24:36 -0000

      Tulisan ini bukan bermaksud menyudutkan orang Madura, namun sebagai bahan intropeksi terhadap orang Madura pada umumnya.

      Seperti kejadian tahun-tahun sebelumnya di Kalimantan yang dikenal dengan peristiwa Sambas,di mana suku Dayak mengamuk dan membantai suku Madura sehingga banyak ditemui mayat suku Madura tanpa kepala.

      Sekarang saya ingin menggambarkan kehidupan suku Madura pada umumnya,di mana suku Madura dikenal sebagai suku yang suka mengembara karena desa tempat tinggal mereka di desa yang sangatlah sederhana dan mereka banyak yang sama sekali yang tidak mengenyam pendidikan dari yang dasar sampai yang tinggi. Ada beberapa yang memang pernah dan sekarang menjadi pengamat politik, ekonomi dan menteri, dan juga memegang pos-pos penting di pemerintahan dan angkatan baik darat, udara,laut maupun kepolisian. Malahan pernah ada yang menjadi KSAD. Namun mereka yang sekarang hidupnya mapan itu tidak pernah mau tahu dengan saudara -saudara mereka yang ketinggalan dalam hal pendidikan sehingga membuat mereka menjadi tidak betah di desa sendiri. Kebanyakan mereka bekerja di sektor non formal seperti pedagang loak, tukang parkir, kuli pelabuhan, dll dimana kebanyakan bidangnya tidak memerlukan pendidikan formal namun hanya keberanian saja (bondo nekat), sehingga mereka sering kurang peka terhadap masyarakat lingkungan sekitar mereka, cenderung bertindak semau gue, sedikit pertengkaran menantang CAROK, Ini yang membuat mereka sangatlah tidak disukai oleh warga penghuni asli. Mereka sering bertindak sok jagoan, melakukan intimidasi warga yang sudah mapan dan sudah menjadi penduduk lebih dulu dibandingkan mereka sebagai pendatang.

      Namun dalam bekerja mereka patutlah dicontoh, tetapi sering mereka melanggar aturan,seperti menempati tempat yang bukan semestinya,melakukan teror terhadap yang punya tempat, membuang sampah seenaknya,

      Hal ini lama-lama membuat penduduk setempat membenci mereka,namun tidak bisa berbuat apa-apa.

      Kali ini mereka kena batunya. Mereka mendapat musuh yang setimpal yang juga mengandalkan keberanian. Mereka harus berperang melawan, namun kekalahan dan kematian banyak yang didapat

      Namun mereka tidak menyadari kesalahan mereka malah menganggap sebagai tantangan yang perlu dilayani.

      Pernah ada teman yang bertanya kenapa jembatan Madura dari Surabaya yang dari dulu sudah direncanakan tidak pernah terwujud?

      Dari dulu saya pernah bertanya kepada orang yang bukan suku asli Madura tapi tinggal di Madura,bahwa suku Madura itu kebanyakkan masih bodoh, Mereka jarang mengenyam pendidikan tinggi, kebanyakkan sekolah di pesantren-pesantren dan para kyai yang mereka anggap sebagai guru itu dan kebanyakan malahan berfungsi sebagai nabi yang harus mereka junjung dan taati segala perintahnya,sehingga yang terjadi adalah majikan dengan jongosnya. Jadi yang terjadi bukannya mereka menjadi pintar secara mandiri namun mereka hanya berfungsi sebagai kacung yang bisa guru mereka perintahnya seenaknya. Pernah juga pesantren di mana santrinya wanita banyak menjadi korban nafsu cabul para kyai mereka.

      Jadi yang terjadi di Madura itu bukannya kemajuan secara umum yang didapat melalui pendidikan formal namun perbudakkan yang halus dan pembodohan,para kyai banyak yang bertindak sebagai raja kecil. Mereka cukup puas dengan keadaan sekarang, sehingga kuatir kalau jembatan Madura dibangun, jembatan Madura akan merubah tata cara kehidupan di Madura. Orang Madura yang dulunya bodoh menjadi pintar dan tidak mau menurut omongan para kyai, Banyak yang akan sekolah umum bukan pesantren lagi,mereka takut rakyat Madura menjadi melek hukum dan tata cara kehidupan dunia yang sudah maju.

      Apalagi ketika mantan KSAD yang orang Madura ketika itu berkuasa, banyak orang Madura yang minta perlindungan, tanpa melihat apakah orang Madura itu salah atau tidak ,yang penting orang Madura harus dibela mati-matian dari tindakan hukum dan tekanan dari orang luar, sehingga banyak orang Madura yang besar kepala dan mentang-mentang seperti almarhum Haji Nilam yang banyak menjadi tameng orang Madura yang bermasalah,

      Masih banyak cerita yang kurang menyenangkan yang dilakukan oleh suku Madura, seperti contoh yang gampang perebutan daerah parkir di Surabaya,Jakarta dan kota -kota lain di mana melibatkan suku Madura yang sering mengajak CAROK atau bertetangga dengan suku Madura yang jorok dan semau gue. Apalagi kalau yang berhubungan dengan kredit, kebanyakan bermasalah, ketika barang yang dikredit akan ditarik mereka selalu mengancam Carok sehingga kebanyakkan para kreditor kebanyakan menolak untuk memberi kredit kepada suku yang satu ini dibandingkan dengan suku yang lain.

      Tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada beberapa orang suku Madura yang pernah menolong saya, namun dibandingkan yang baik, yang tidak baik lebih banyak. Semua ini terjadi karena minimnya pendidikan dan kurangnya perhatian orang Madura yang telah mapan terhadap saudara mereka yang ketinggalan dan ulah para kyai yang masih mau menjadi raja kecil di Madura.

      Himbauan kepada para orang Madura yang sudah mapan,tolong angkatlah saudara anda supaya bisa mengenyam pendidikan formal dan beri pengertian kepada mereka yang suka mengembara dan hidup di tanah orang lain supaya mentaati hukum dan adat istiadat,tenggang rasa,menjaga kebersihan dan peka terhadap lingkungan sekitar sehingga warga Madura bisa dihormati dan menjadi tauladan bagi warga lainnya

      Jangan seperti peristiwa di Kalimantan yang cukup memprihatinkan seluruh bangsa dengan melontarkan cemooh kepada suku Madura sebagai suku yang sering membuat onar dan kekacauan di Indonesia.

    • yo nyata to lah seng bikin masalah kuwi wong meduro.. sebagiane bocah2 enom seng golek gara2.. dadi seng ora melu goro2 melu korbane..

  22. bukan masalah siapa yang arogan dan tidaknya saya tidak mau menyalahkan siapapun atau suku manapun.saya dayak ngaju. kami cuman mau nyampaiin,, ini tanah kami ini rumah kami,, kami tidak pernah mengusik anda ,, kami bakal segan kalo kalian baik ,, tapi kalo kalian jahat kami takan tinggal diam ,, lebih baik kami mati dgan harga diri dari pada kami mati dengan di pecundangkan ,, salam damai

  23. kalau suku minang kabau gimana ya kabarnya disitu??hehhe
    takuruang nak di lua,,ta himpik nak di ateh(terkurung ingin di luar, terhimpit ingin di atas)kalau orang minang merantau, yang di cari pertama kali bukan uang melain kan saudara..
    ibarat mengambil rambut dalam tepung,yang tepung tidak tumpah namun rambut terbawa..

    • Mungkin baik-baik saja kabarnya. Bisa di lihat di tempat saya, banyak suku Minang Kabau mendirikan usahanya seperti rumah makanan padang. Saat perang, tidak ada suku Minang Kabau yang menjadi korban dan anehnya cuma suku Madura yang menjadi korban. Wah tidak salah kenapa suku sumatera dikatakan saudara dekat suku kalimantan. Saya suka dengan suku Minang Kabau. “Amun marantau tu lihati budaya urang, kada boleh harat di tanah urang, sembahyang 5 waktu jangan sampai kada digawi” (kalaunya suku saya, suku Banjar, merantau itu harus punya tujuan jelas, pahami budaya orang, jangan pernah menonjolkan diri dgn maksud sombong, dan jangan lupa dgn sholat 5 waktu).

  24. SptMaicih Ponsel
    -Yang pengen BB dari Eropa ayo sini
    -Pengen I-Phone Original dari California
    -Pengen Supercopy kualitas Korea dan Garansi lebih lama dari OL Shop lain , 1 Bulan Boss. TERBUKTI
    February 2014

    BLACKBERRY
    Tipe » Harga » Nama
    GSM
    8310 » 850rb » Curve
    8900 » 900rb » Javelin
    9000 » 930rb » Bold
    9105 » 1450rb » Pearl 3G
    8520 » 1150rb » Gemini
    9320 » 1650rb » Armstrong
    9360 » 1655rb » Apollo
    9700 » 1320rb » Onyx
    9780 » 1650rb » Delta
    9790 » 2200rb » Bellagio
    9800 » 1850rb » Torch
    9810 » 2150rb » Jennings
    9860 » 2150rb » Monza
    9900 » 2650rb » Dakota
    GSM / CDMA
    9530 » 890rb » Storm » Hitam
    9550 » 1220rb » Odyn » Hitam
    9630 » 920rb » Tour » Hitam
    9650 » 1220rb » Essex » Hitam
    9850 » 2020rb » Monaco » Hitam

    $ SAMSUNG $ *Original 100%*
    S2 » 2400rb
    S3 » 3800rb
    S4 » 6200rb
    Note 1 » 3250rb
    Note 2 » 5250rb

    IPHONE
    3G 8GB » 1650rb » Hitam,Putih
    3G 16GB » 1750rb » Hitam,Putih
    3GS 8GB » 1950rb » Hitam,Putih
    3GS 16GB » 2150rb » Putih,Hitam
    3GS 32GB » 2300rb » Hitam
    4G 8GB » 3500rb » Hitam,Putih
    4G 16GB » 3700rb » Hitam,Putih
    4G 32GB » 3900rb » Hitam,Putih
    4S 32GB » 5050rb » Hitam,Putih
    4S 64GB » 5950rb » Hitam,Putih

    $ Samsung Replika Supercopy$
    Kualitas KOREA 100% Good
    S4 5″ Quadcore Ram 2GB » 2000rb
    S4 5″ Dualcore ram 512MB » 1750rb
    S4 4,7″ Quadcore Ram 2GB » 1750rb
    Note 3 5,5″ Quadcore Ram 1GB » 2200rb
    Note 3 5,7″ Quadcore Ram 1GB » 2600rb

    NB :
    *Kelengkapan Fullset
    *Garansi Mesin 1 Bulan
    (not human error,msh segel & mulus)
    *Aksesoris (batre,kabel,headset,charge) tdk garansi “Kecuali dari awal rusak”
    *Not Refund Dana / Retur tipe lain
    *Harga Sudah Termasuk Ongkos Kirim Seluruh Indonesia .
    *Harga dan stok dapat berubah dan kosong sewaktu-waktu .

    Yang mau COD/Ketemuan ingin”Memesan”
    *Area Sampit*
    Sptmaicih ponsel
    Jl.Kapten Mulyono No.117 . Kios SptMaicih Seberang PT.Trakindo Sampit,Kalimantan Tengah .

    PIN:25CF9964
    HP:085332317087

    Dapatkan potongan harga untuk Ponsel/Reseller

  25. saya campuran Maluku dan Minahasa.dan saya dukung Suku Dayak.Hiduuppp Dayak.suku dayak terkenal baik dan sabar,bahkan terlalu sabar,dan sangat menghargai org lain. di Minahasa dan Maluku banyak org Dayak,smuanya hidup damai. utk suku madura, rubahlah dirimu, ingat : Dimana bumi di pijak, disitu langit di junjung.

  26. perdamaian lebih baik kita sesama umat manusia harus saling memahami dan menghargai perbedaan budaya dan lain sebagainya karena perbedaan itu indah sesama manusia sosial harus saling menolong🙂

  27. Maaf saya bersuku Dayak Ngaju berasal dari Pangkalan Bun Kotawaringin Barat.. saya adalah saksi dan pejuang Dayak selama perang berlangsung di kota saya karena kota saya juga terkena imbas dari peperangan disampit.. banyak pembantaian selama masa pembersihan suku Madura di Kalimantan hal ini disebabkan oleh banyak faktor penyebab namun yang saya alami sendiri tentang sifat suku madura sebelum masa perang dan tragedi berdarah tersebut adalah tindakan kasar mereka selama berdagang karena kebanyakan mereka dikota saya berdagang dan pernah mereka terlibat kerusuhan antar warga Mendawai, Kumai, Dayak, Banjar dan lain-lainnya karena masalah dagangan baik itu kayu, puya, intan dan emas jadi disini saya tidak merasa bangga telah menang atas dibantainya mereka namun saya berharap suku Madura yang jahat saja karena orang Madura banyak yang baiknya juga, dimanapun mereka merantau ingat dimana “bumi dipijak, di situ langit dijunjung” aku masih muda saat perang terjadi dan aku hanya ingin kehormatan suku ku tak diinjak2 selama masa 90-2000 an oleh suku madura semoga yang meninggal atas perang diterima disurga dan biarkan Dosa kami yang menanggung karena membunuh dalam hal apapun tak pernah dibenarkan dimata Tuhan.. kami melakukan perang itu karena ulah kalian sendiri suku madura yang memicu api Tragedi kalian sendiri.. note : ilmu yang dipertanyakan atas komen diatas itu semua dilakukan oleh Panglima Burung Dayak yang punya kekuatan nenek moyang kami, kemudian ada juga ilmu Mandau terbang dimana Mandau itu terbang dengan sendirinya mencari kepala orang2 Madura atau musuh, kemudian ilmu kebal yang dapat diberikan sekejap saja oleh tetua adat kepada yang berketurunan dayak Murni (tidak ada darah campuran) saat akan maju berperang dan banyak lagi.. SAMA ITAH

    • Saya org Sumatra, tepatnya suku melayu Jambi.
      Setelah membaca artikel dan komentar diatas saya menjadi begitu ingin pergi ke Kalimantan.
      Karena dulu saya pernah mendapatkan tawaran kerja disana, namun saya tolak karena saya takut, katanya kehidupan disana keras.
      Namun setelah membaca semua ini saya begitu ingin pergi kesana dan ingin rasanya memiliki teman dari orang-orang Kalimantan.

    • dari koment2 diatas sy perhatikan,dan sy baru ykin klo org dayak jujur,ramah dan kuat terhadap budaya nya…..salam saudara ku dari sumatera Utara…..

  28. Saya asli sumenep madura, saya mo tanya boz klo org dayak baik smua kah ??? Trus isi dari BUI/tahanan kantor polisi, RUmahTAhanaN dan LP di seluruh kalimantan itu org melayukah ato cinakah ato madura ato jawa ato bugiskah ato ambon ato aceh ato batak ato betawi ato sunda ato apa ??? Pasti TIDAK ADA ORG DAYAK.. SOALNYA ORG DAYAK BAIK SEMUA YA ???? HEBATTT.. O YA, PRESIDENNYA DARI DULU ORG DAYAK ? MENTERINY ORG DAYAK SMUA ? APARATUR NEGARA DAYAK SMUA ? MANTAPPP… Jika membaca cerpen yg dicampur karangan diatas, hanya org bodoh yg percaya 100%, beritany hany memojokkan suku madura saja. Jika mau cerita jangan berat sebelah boz.. Banyk jg kejadian diluar tragedi sampit yg merugikan personal dr suku madura, jika mau share lewat media facebook ato twiter saja, agar bicarany tdk sperti provokator.. Tidk usah menggunakan politik pencitraan boz, klo gk suka org MADURA bilang gk suka,, ceritanya tdk mengenakkan hati.. Marilah saling menghormati sesama org beragama dan sesama bangsa indonesia.. Damai kan lebih nyaman ? Janganlah suka mencari musuh boz, silaturrahmi perbanyk teman bisa perpanjang umur dan perlancar rejeki, FB: Henky nur hakim.. Jika mo berbisnis LoVeBird (burung yg lg ngetrend) jadi jualan nich boz..

    • Share dr blog ini saya percaya krn mmg sdh faktanya spt itu, jd trm aja dgn lapang dada. Kan jg uda dijelasin tdk semua org madura itu ga bner, cm berdasarkan pengalaman mmg kebykan yg ga bner dr pd yg bnernya. Sy bkn suka dayak ataupun madura, tp sy byk temen2 org kalimantan n madura, mrk membenarkan sejarah perang sampit kok, dan temen2 madura pun mengakui fakta itu n menerima nya. Anda contoh yg tdk baik nya hehehehe…. contoh lah suku dayak, mrk tau perbuatan membunuh tdk baik, tp semua jg tau siapa yg duluan, mrk terpaksa lakukan krn uda kelewatan banget pendatang tp lagaknya mau jd penguasa….ga usa takut dgn fakta walaupun tdk mengenakan, tp belajar dr fakta. Sy tggl di sukabumi, sy jg pendtg, di sukabumi byk pekerja dr suku dayak, mrk baik2, tdk pernah ada mslah n mrk rendah hati. Maaf di sini jg ada segelintir org madura yg msh jga ada sebagian yg bermasalah, selalu mengancam n bawaannya sll bawa temen rame2 walaupun akhirnya kalah n di usir jg dr tmpat mrk berdagang, soalnya songong sih…. inti nya belajar lah. Sy suka dgn sikap org dayak yg sy temui, kami bs jd sahabat baik. Salam …

  29. pada dasarnya semua manusia jahat, apakah jahat itu karena karakter atau karena budaya. tapi sifat jahat manusia bisa dihilangkan, kalau mau berusaha.

    pada saudara kita orang madura pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan saudara kita orang Dayak…..mereka sama-sama memiliki karakter yang keras….dan sama-sama mempunyai budaya kekerasan…pada orang madura budaya kekerasannya disebut “carok” sementara pada orang Dayak, ada budaya “ngayau”……

    perbedaannya……..

    karakter keras dan budaya kekerasan pada orang Dayak sejak kemerdekaan ini telah punah……sementara pada orang madura masih sangat subur……kenapa bisa demikian????????????????

    jika kita belajar sejarah orang Dayak, kita mengetahui…ternyata….sewaktu jaman penjajahan belanda dahulu, ada suatu peristiwa besar dan bersejarah….dimana…atas inisiatif belanda….pemuka-pemuka orang Dayak seluruh kalimantan melakukan pertemuan di kampung tumbang anoi kalteng, pertemuan itu disebut “pertemuan tumbang anoi”. banyak keputusan yang diambil dan disah-kan serta harus dilaksanakan oleh seluruh bangsa Dayak….diantaranya:

    – peniadaan kayau-mengayau
    – peniadaan perbudakan
    – penyatuan hukum adat
    -dan lain-lain

    suatu keputusan yang sangat luar biasa, yang akhirnya mengubah sejarah peradaban bangsa Dayak.

    pertemuan tumbang anoi, merupakan pertemuan besar yang luar biasa, yang dihadiri oleh seluruh pemuka subsuku Dayak sekalimantan (luar biasa)…….itu benar-benar luar biasa….mengingat dahulu kalimantan nihil pembangunan infrastruktur jalan….kita patut mengacung jempol………apabila harus dibandingkan dengan pertemuan – pertemuan dimasa sekarang ini….mereka luar biasa..mampu meng-organisirkannya…dan mampu menyiapkan logistik dan segala yang diperlukan selama pertemuan yang memakan waktu sebulanan tersebut….bahkan ada temenggung Dayak yang menyumbang seribu ekor babi dan seribu ekor kerbau peliharaannya….demi pertemuan hebat tersebut.

    nah….jika orang Dayak yang kita anggap primitif dan terbelakang itu…..dijaman penjajahan saja sudah mampu melakukan pertemuan besar bersejarah yang…MENGUBAH MASYARAKATNYA MENUJU KEARAH KEBAIKAN…..KENAPA SAUDARA KITA ORANG mADURA YANG PULAUNYA KECIL, DAN BANYAK ORANG INTELEK dan terlebih DIJAMAN MODERN INI (lagiiii) …TIDAK BISA MENGIKUTI JEJAK SAUDARA KITA ORANG DAYAK PADA WAKTU JAMAN PENJAJAHAN DULU…UNTUK MENLAKUKAN PERTEMUAN AKBAR BERSEJARAH UNTUK MENGUBAH KARAKTER DAN BUDAYA KEKERASAN SUKU MADURA?

    ayolah generasi suku madura lakukan sesuatu yang bernilai positif untuk mengubah semua karakter dan budaya jelek madura tersebut!

  30. Bagi kaum madura g ada pelajaran… madura itu yahudinya indonesia… mereka diusir dr p.kalimantan tapi di jawa mereka bs semena mena… lebih baeg pemerintah mengisolasi orang madura aja… karena mereka mirip kera dan anjing.

  31. Salam damai semua. Maaf setiap suku manusia nya sama, ada yg jahat ada jg yg baik. Jd sebenarnya klu di setiap 1 nama suku semua org nya jahat sy rasa tdk benar. Dan klu di setiap 1 suku itu semua org nya baik semua sy rasa itu mustahil. Jd yg bijak adalah melihat dl diri pribadi br menilai org laen dgn perbedaan dr pribadi kita. Suku Madura ada yg jahat ada jg yg baik. Suku Dayak ada yg jahat jg ada yg baik. Sy jg suku KUTAI dan BANJAR. Peace lah..

  32. Semua orang indonesia tau kalo loe loe rang madura itu g punya aturan, arogan, sok preman…
    Padahal beraninya cuman maen keroyokan, di tantang 1 lawan 1 psti ngacir…..
    Orang madura itu dah kumuh, jorok, otaknya pun dangkal alias primitiff……
    Sukanya beranak pinak n g jauh beda ma binatang sm kyk sifatnya……
    Q setuju bgt low pemerintah membuat program isolasi wat itu suku, jgn d perbolehkan urban ke daerah laen krn sllu bkin onar……
    Low prlu d musnahkan scr masal……

    • kenapa yang nulisnya tidak menggunakan bahasa indonesia yang benar ya..hehhe,,tidak mewakili indonesia banget ni..malah kaya ornag labis si

    • Kalo ngomong disaring dulu ya saya suku banjar dan suami madura .
      Bagaimana dgn suku bugis?? Yg kebanyakan juga arogan tinggal di balikpapan yg kebanyakan penduduknya masih asli kalimantan?
      Setau saya semua suku itu sama, ada orang baik dan ada orang jahat. Tidak bisa disama ratakan.

  33. Kebetulan saya adalah orang madura asli.Saya pikir anda terlalu tendensius menimpakan sumber konflik sampit pada pihak suku madura.

    Apalagi salama ini masih banyak kontroversi mengenai asal-muasal konflik sampit ini.bahkan analisa dari beberapa pengamat justru alasan sosio-politik lah yang lebih dominan.yakni ketidak adilan elite politik lokal trhdap suku dayak.

    Dan sedikit info.suku madura terkenal dengan budaya merantau nya.dan secara umum msyarakat madura bisa hidup berdampingan dengan masyarakat setempat.

    Namun.apapun konflik seperti ini jangan pernah terulang di bumi nusantara.

    • knp ya suku madura terkenal dengan arogansinya (meskipun tidak semua),,,carok sedikit2 carok,,,apa mrk bangga dengan ketakutan orang2 dgn mrk,,,,setidaknya kasus sampit ini bisa menjadi pembelajaran bagi semua

    • Yang perlu diketahui mbak alin,carok dalam tradisi madura hanya akan dilakukan apabila harga diri mereka dilecehkan.selain karena itu bukan carok namanya,hal yang juga pasti ada tak memandang suku.

      Namun,perlu juga digaris bawahi dengan masuknya islam ke madura lambat laun tradisi carok mulai dtinggalkan,meski terkadang hal itu masih terjadi.dan tak bisa dipungkiri saat ini madura masyarakatnya terbilang cukup agamis.

      dan pula memang watak orang madura sangat keras namun dibalik watak seperti itu ada penghormatan yang begitu besar bagi yang menghormati mereka.bahkan orang madura akan anggap menyamai “tretan dhibik”(saudara sendiri).

      Cobalah pelajari lebih dalam terlebih dahulu sebelum memvonis sesuatu,apalagi ini menyangkut SARA.tak kenal maka tak sayang.

      Apapun,Semoga qt dapat memetik hikmah dari segala yang terjadi.

    • Mana yang tendensius Cak Faroq…ketika orang madura berteriak-teriak…sampit akan dijadikan sampang ke dua…sampit akan dijadikan sampang ke dua…mengelilingi kota sambil membawa clurit…seharusnya anda sebagai orang madura itu malu…dimana-mana yang namanya merantau itu seharusnya menghargai warga, adat istiadat setempat…dimana bumi di pijak disitu langit di junjung…Dan sudah jamak dan sering kita melihat fakta, kalo orang madura itu bila dikasih ati terus ngerogoh (minta yang banyak) rempelo…sak karepe dewe…pertama pendatang (jare sampean merantau)…ditolong karena kasihan, dikasih tempat…berusaha untuk hidup layak, begitu sedikit hidup layak…panggil sanak saudara dari kampung…begitu tempat/tanah diminta…tahu jawaban orang madura itu apa…ini tanah saya yang menempati, kalo sampean punya surat, saya yang punya tanah…apa nggak kurang ajar itu.
      Sampean ikut di sampit tidak?…makanya kalo jadi pendatang itu yang sopan, jangan arogan.

    • Knpa saya mesti malu dengan ke-madura-an saya,tak ada alasan saya untuk itu.

      Saya bilang tendensius,karena anda seolah-olah menimpakan penyebab dari semua konflik adlah ulah orang madura an-sich.

      Oia.cobalah dulu pelajari dulu seluk-beluk madura sebelum men-generalisir,bahwa semua orang madura se negatif seperti yg anda pikirkan.

      Sebagai referensi cobalah anda baca artikel blog dibwah ini.

      http://tehmanisenak.wordpress.com/2011/12/04/konflik-sampit-dalam-perspektif-sosiologi/

    • Seorang Jowo Timur pernah cerita kalau orang Madura itu pada umumnya terbagi 2 yaitu Madura “ningrat” yang daerah asalnya adalah Pamekasan, Sumenep dan sekitarnya dan Madura “parasit” yang tanah leluhurnya di daerah Sampang, Bangkalan dan sekitarnya. Orang Madura yang berprestasi dalam dunia pendidikan dan pemerintahan sepert Didik J. Rahbini, Mahfud M.D. dll kebanyakan asalnya dari daerah Madura “Ningrat”. Kalau orang-orang Madura kelompok “parasit” umumnya tak memandang penting pendidikan formal yang tinggi. Anak-anak mereka saja umumnya sejak dini ditanamkan prinsip hidup untuk mencari mencari uang dengan jalan jadi pedagang kecil atau mengerjakan sektor-sektor barang-barang afkir yang jorok serta kalau perlu “menghalalkan segala cara” guna mencapai cita-cita tertinggi dalam hidup yaitu menjadi haji/hajjah. Madura kelompok ini juga yang mengalami pembasmian di daratan Borneo karena patologi sosial akibat ulah kolektif mereka yang sudah dirasakan sangat kronis oleh penduduk asli Borneo. Mas Jowo itu juga menambahkan kalau orang Madura “ningrat” dan orang Madura “parasit” itu seperti air dan minyak. Sejak saat itu, saya takkan heran dan takkan tertipu lagi dengan cerita ada “orang Madura yang baik”.

    • Hmmmm.. klo d pikir”,, banyak gk yh konflik yg d sebabkan oleh suku “Jagoan” madura? Bnyk coy.. gk usah ngelak lg deh.. sikap tu suku emang minta d “*sentil*” (anggap sensor aja)’.
      Buat mr.Madura, nasib ente bisa baek d tanah orang, klo ente juga bisa Baek..
      Benerin tuh nama suku ente yg udah tercemar,,, jgn ky yg dlu lg, ente harus berubah biar gk terulang tuh tragedi
      ..

    • Alhamdulillah…
      Disekitar kampung halaman kami tidak ada korban dari kedua belah pihak yg bertikai, suku madura datang kekampung kami sejak masa penjajahan Jepang. Sejak dulu sesepuh dikampung selalu membina mereka dan sebaliknya mereka mau dibina, dan ketika pecah konflik semua terselamatkan termasuk harta bendanya. Dan yg terjadi dikampung luar semoga tidak terulang kembali. Aamiin…
      Semoga Indonesia Damai Selalu
      Semuanya telah berlalu, sekarang saatnya memperbaiki kesalahan tempo dulu.

    • saya bersekolah di suatu wilayah di banten. disitu terdapat dua orang siswa yang merupakan orang madura. watak mereka keras dan kurang disukai. saya juga punya seorang guru madura yang kurang menyenangkan, mudah emosi dan keras kepala.

  34. semoga tragedi sampit menjadi pelajaran bagi kita semua, tidak hanya utk etnis madura, untuk seluruh warga di NKRI ini agar saling menghormati dan menghargai, jangan pernah mengedepankan arogansi kesukuan. semoga Indonesia damai

  35. problem penegakan hukum di nengeri kita memang parah. Dari fakta-fakta di atas, terlihat sekali penekanannya pada kenyataan bahwa “kejahatan-kejahatan” yang dilakukan etnis madura terhadap orang Dayak tidak ditindak secara adil oleh hukum.
    Paparan fakta-fakta di atas seakan ingin bilang, kalau hukum negara tidak ditegakkan, bolehlah hukum rimba berlaku.

  36. Tra… aku pernah punya teman dari Sampit yang jadi saksi mata keributan dengan etnis madura itu. ceritanya serammmm…
    moga enggak terjadi lagi kerusuhan berdarah seperti itu, masa depan secerah foto-foto itu ^^

    • wah saksi matanya langsung. pasti sulit untuk melupakannya. sy saja hanya lewat video hampir selalu teringat, sadis, serem.

      selama, saling menghormati dan keadilan masih diterapkan mungkin hal itu tidak akan terulang lg.

  37. sATU LAGI!.
    Menurut warta yang gue denger. Kalo mayarakat dayak ketemu sama orang madura. Mereka bakal mencium bau anyir seperti bau kambing. Kalo sama selain madura (jawa misalnya), baunya udah lain.
    bener nggaknya kurang tahu. hehee wallahualam!
    😎 salam 2PAI

    • Benar sekali 2PAI, sebelumnya suku Dayak kalah telak saat peperangan itu. Tapi, setelah suku Dayak melakukan ritual khusus atas bimbingan ketua suku. Suku Dayak memiliki kemampuan itu bahkan yang sulit diterima akal, mereka seakan-akan juga memiliki kemampuan ilmu bela diri nenek moyang mereka dulu secara spontan tanpa harus latihan.

    • berarti kayak kerasukan gitu ya?? wiidiiihh kok serem amat yak??
      kalo dibikin film horor kayaknya bagus juga tuh!
      Katanya lagi
      Suku dayak juga memiliki kemampuan magis bisa menghilang di hadapan musush-musuhnya. Bahkan KONON POLISI DI AKTU ITU NGGAK BISA MELIHAT PULUHAN ORANG DARI SUKU DAYAK YANG SAAT ITU MENYERANG.
      ck.ckck. hebat pisan euy!

    • benar, orang-orang suku dayak juga saat itu sangat jitu melempar mandau. sehingga walaupun orang2 suku madura berlari akan tetap kena serangan suku dayak. wah indonesia bangga punya suku yang hebat tidak kalah dengan suku maya. itu baru satu suku, masih banyak suku2 di indonesia.

    • Wach pantesan kelahiran gue kalah ternyata dayak pakek ritual khusus yach coba’ Madura gue pke’ ritual juga pasti bisa di libas juga tuch sampit

      N juga sampit bukan dari 1 suku doank wktu itu tapi campuran dari suku dayak lainnya sedangkan madura hanya 1 daerah saja yg keluar

  38. Kak Jay. Cewek Suku dayak caem-caem yah?? gue mau dong kenalan.😦 tapi mereka mau nggak ya kenal sama anak jawa. hehee😛
    Mas Jay. bukan meragukan keterangan di atas. tapi kalo ada kekerasan yang dialami masyarakt madura sebelum tragedi itu mohon diposting. Jadi keteranganya nggak “berat sebelah”.
    Kalo soal orang madura, memang mereka terkesan keras, terutama dalam hal perdagangan. nggak tahu kalo soal yang lainya.
    Kaum saya (jawa), pernah bilang. “Udah nggak usah Madura itu di lawan kalo di pasar. Tapi kalo di lingkungan kita macam-macam bilang saja sama mereka “ANDA BERDIRI DI TANAH SIAPA HAH?? INI TANAH JAWA BUNG!!”.”
    😎 Salam Damai 2PAI

  39. tambahan wawasan yang bermanfaat..
    mudah-mudahan tidak ada yang terprovokasi dengan adanya ini…:-)
    “dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung”

    #bhinneka-tunggal-ika

Silahkan bicara Sobat ::

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s