Gadis Cantik Di Rumah Mewah


Enita si gadis cantik itu sekarang cuma sendiri di rumah yang mewah tersebut. Dia menyelusuri isi rumah, di dapatinya banyak ruangan. Di atas pintu masuk itu terdapat nama ruangannya. Rumah yang dia diami bukan sekedar mewah tapi juga lengkap. Tersedia ruang perpustakaan besar, ruang InTek, ruan dapur, ruang Pengawas, dll.

Enita menjadi penasaran dengan sistem keamanan rumah yang amat ketat. Dengan kamera pengawas di mana-mana dan adanya ruangan untuk mengawasi keadaan rumah. Ditambah rumah kakak angkatnya ini amat tertutup.

rumah impian
Enita mencoba menghilangkan ketakutannya dengan pergi ke halaman belakang rumah. Dia amat takjub dengan pemandangan alam yang amat indah. Dia baru tahu bahwa rumah kakak angkatnya berada di atas tebing yang di bawahnya terhampar lautan luas.
“Sungguh halaman belakang yang amat indah dengan hijaunya pepohonan dan tiupan sejuk angin laut”, gambaran Enita untuk melukiskan keindahan yang dia lihat.

Hari sudah menunjukan hampir malam. Enita menyudahi lamunannya dipinggir tebing tersebut. Dia teringat kakak angkatnya akan segera pulang. Dia masuk ke rumah dan menuju ruang InTek. Mencari informasi cara memasak. Dia ingin menghidangkan suatu makanan buat kakak angkatnya. Dan ini kali pertamanya dia memasak.

Di malam hari kakak angkatnya pulang. Enita menyambutnya.

Setelah kakaknya selesai mandi. Enita mengajak kakaknya untuk makan bersama.
“Kak Adi, gimana masakan saya?, kakak suka”, tanya Enita.
“Kakak gak nyangka kamu pinter masak dek. Sangat enak, makasih”, jawab Adi sambil tersenyum.

Semenjak itu Enita selalu berbakti kepada kakak angkatnya dan melayani dengan sepenuh hatinya.

Adi menyekolahkan Enita kembali. Tetapi Adi amat berlebihan dalam memperhatikan Enita. Dia melarang Enita berhubungan bebas, bahkan karenanya Enita jadi tertutup. Dulu Enita yang periang sekarang cederung menjadi pendiam.

Bersambung

18 thoughts on “Gadis Cantik Di Rumah Mewah

Silahkan bicara Sobat ::

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s