Cerita Tiga Warna Part 1


Hari pertama d bulan suci Ramadan. Karena di tempat saya bila Ramadan tiba maka sekolahan-sekolahan akan diliburkan begitupun kampus. Selain bekerja saya juga ngisi waktu dengan membuat komik series, yang saya targetkan bakalan selesai selama bulan Ramadan ini. Untuk sekian kalinya saya di buat tertawa tak henti hentinya saat membuat komik episode pertama. Jika karena alur cerita nya lucu iya masih mending ini karena gambaran saya yang aneh dan gak ada bedanya dengan gambaran anak TK. Jadi versi komiknya masih saya simpan di komputer dan posting kali ini hanya dalam bentuk teks.

    CERITA TIGA WARNA

klise1

Cerita Pertama : Pertemuan
Seorang gadis cantik sedang berada di angkot, ini kali pertamanya dia naik angkot. Tetapi angkot itu
membawanya muter muter sampai para penumpang sisa dia seorang.
“Ah mas, dari tadi muter gak jelas melulu kapan saya sampainya ke sekolah”.
“Tunggu neng, ini mas mau menuju ke sekolah eneng”.
Angkot itu berhenti di tempat sepi.
“Mas, kok berhenti di sini”. Supir angkot itu tidak menjawab,
kemudian keluar dari bangku sopir dan menuju bangku penumpang.
“Mau ngapain mas?”, tanya gadis itu.
Tiba-tiba seorang cowok yang memakai baju seragam sekolah yang sama dengan si gadis memasuki angkot dengan tergesa-gesa,
“misi-misi aku hampir terlambat nih”.
GUBRAKK, supir angkot itu tepental keselokan.
Cowok itu duduk di hadapan gadis itu.
“Ayo supir berangkat”, perintah cowok itu.
Tetapi tidak ada jawaban.
“Eh supirnya mana, neng?”.
“Itu bang di selokan. Tadi abang yang dorong saat berebutan naik angkot”.
“Astaga naga, kenapa gak bilang, neng”.
“Kalau saya bilang, abang mau ngapain?”.
“Ya abang tolong lah masa di tontonin. Lagian ada ada saja tuh supir tahu aja tempatnya di bangku supir eh malah ke bangku penumpang”.
Mereka berdua pun ke luar angkot untuk menolong supir angkot itu untuk ke luar dr selokan
yang curam itu.
“Kenapa kamu diam bang, tadi katanya mau nolongin”.
“Nolonginnnya kayak gimana neng?, masa abang harus loncat itu sih sama dengan bunuh diri”.
“Supir itu gak apa apa tuh terjun”.
“Itu sih beda, dia itu terjatuh”.
“Oh beda ya… eh bang kasian tuh supirnya nanti kalau tenggelam kayak gimana?”.
“Iya kayak orang tenggelam lah masa kayak orang lagi konser”.
“Aku serius lo bang”.
“Aku juga serius lo neng, oh aku punya ide”.
Cowok itu kemudian pergi mendatangi angkot lalu kembali lagi dan melempar sebuah ban.
“Ban mobil dari mana itu bang?’.
“Dari mobil angkot lah neng, tadi abang copot bannya satu”.
“Gak minta izin dulu sama pemiliknya bang”.
“Pemiliknya gak ada neng di angkot”.
“Iya jelas gak ada lah bang, dia kan di selokan”.
TIIIIIT, Bunyi sebuah klapson mobil.
Terlihat seorang pemuda kaya yang mempunyai baju seragam yang sama dengan mereka keluar dari mobil.
“Ngapain kalian?, lagi memberikan umpan ikan ya?, di sana mana ada ikannya”.
“Beri umpan ikan dari hongkong, ini kami lagi nolongin supir angkot bang”, jawab gadis satu-satunya yang ada di sana.
“Tenang neng, supir angkotnya sudah tertolong dengan ban yang ku kasih tadi dan udah ku iklasin juga tuh ban untuk supir angkot”, sambung cowok yang sejak dari tadi bersama dengan gadis itu.
“Kalau begitu masalah supir angot itu sudah teratasi, melihat baju seragam kalian pasti kalian ingin menuju sekolah SMA X, kebetulan aku mau
pergi ke sana juga, mari naik mobilku, kita berangkat bareng ke sana!”.
“Serius bang? makasih”, jawab gadis itu.
Kemudian cowok yang bersama gadis itu memilih untuk jalan kaki saja. Tetapi dibujuk oleh pemuda kaya itu untuk naik mobilnya. Di dalam mobil pemuda kaya itu bicara,
“jam segini kalian berdua keluyuran kenapa gak langsung menuju sekolah?”.
“Abang sendiri, kenapa? bukannya abang juga harus berada di sekolah jam segini”.
“Ohhh itu, ehmm itu karena letak sekolahnya gak jelas jadi aku bingung mau ke sekolah jalannnya yang mana”.
“Itu tersesat namanya mas”, jawab si cowok yang duduk di belakang.
Gadis itu pun memberikan petunjuk arah ke sekolahan baru mereka. Sesampainya di sekolah
mereka di marahin sama kakak senior.
“Hay, kalian bertiga!, udah gak pake perlengkapan MOS semua ditambah terlambat bareng. SEBUTKAN NAMA KALAIAN MASING-MASING?”.
Gadis yang terlambat itu menjawab” nama saya Raisya kak”.
“Kalau saya R dan O, RIO”, sambung si pemuda kaya.
“Huruf I nya mana Rio…”, sambung si Raisya”.
“Itu kamu yang nambahin Raisya”, jawab si Rio.
“DIAM, JANGAN BERCANDA”, teriak kakak senior.
“Udah selesai teriaknya kak, kalau gitu saya perkenalkan diri, perkenalkan Riski dari keluarga tidak berada”, bicara Riski sambil menjabat tangan kakak senior.
“DASAR SAMA KAKAK SENIOR KAMU GAK ADA HORMAT HORMATNYA”, jawab kakak senior.
“APA ALASAN KALIAN?”, sambung lagi kakak senior.
Raisya, Rio dan Riski pun menjawab.
“Tadi kami nolong supir taksi kak….”, “Tersesat gak tau jalan…”.”Di selokan”.
Kakak senior menjawab dengan kasal, “DASAR KURANG KERJAAN AMAT KALIAN MASA NOLONGIN SUPIR TAKSI YANG TERSAAT DI SELOKAN SIH”.
“Eh, mungkin karena kami anak teladan kak”,jawab Riski.
“Setuju sama Riski”, sambung Rio.
“Gak komentardah kalu gitu, udah di pastiin kita dapat hukuman, ngapain repot-repot buat alasan segala”, sambung Raisya.
Merekapun di hukum bersama membersihkan halaman sekolah hari itu sampai sore
hingga sekolahan sepi.
To be Continue.

4 thoughts on “Cerita Tiga Warna Part 1

Silahkan bicara Sobat ::

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s