Cerita Cowok Buta Dengan Pacarnya yang Baik Hati


Cover Cerita Gadis dan Laki-Laki ButaDi ceritakan seorang gadis yang baik hati.
Gadis ini sangat menyayangi pacarnya, walaupun pacarnya ini buta.
Gadis ini berparaskan cantik. Saat dia bersama dengan pacarnya banyak orang yang mengejek pacarnya karena buta.

Si gadis ini selalu menghibur pacarnya.
Kadang pacarnya ini marah karena kekurangannya.
Kemudian pacarnya berkata, “seandainya aku bisa melihat pasti aku akan bahagia, dan akan menikahi kamu karena kamu begitu setia dan tulus menyayangi ku”.
Gadis itu sangat senang, dan berkata “benarkah itu”. “Iya tentu”, jawab pacarnya.
Banyak kenangan yang selama ini mereka alami bersama, gadis itu selalu memperhatikan pacarnya walaupun dia buta, menyuapi pacarnya dengan masakan buatannya sendiri, bercerita agar pacarnya tertawa, dll.

Suatu ketika si pacarnya ini mendapatkan donor mata, dia sangat bahagia dan langsung menemui si gadis.

Dia kecewa saat melihat kekasihnya juga buta. Dia kemudian memutuskan hubungannya dengan gadis tersebut dan berkata, “pantas saja kamu suka pada ku karena kamu juga buta”.

Pacarnya pergi meninggalkannya. Setelah pacarnya jauh pergi, si gadis berucap di dalam hati, “walaupun kamu sudah memutuskan ku, aku akan tetap sayang kepadamu. Jagalah baik-baik mataku”.
Beberapa saat kemudian si gadis mengalami kecelakaan dan merengut nyawanya. Di saat itu mantan pacarnya baru tahu bahwa gadisnya itu lah yang mendonorkan matanya.

Dia menangis dan menyesal, “aku menyesal, maafkan aku, aku telah meghancurkan kesetianmu selama ini”.

Semenjak kejadian itu, laki-laki yang telah menyia-nyiakan pengorbanan kekasihnya mengalami pengelihatan yang aneh. Saat mengunjungi taman dia menyaksikan dirinya sendiri sedang duduk bersama armahum pacarnya.

Pengelihatan-pengelihatan itu terus berulang sehingga membuatnya stress dan hampir gila. Dia pun di masukan oleh orang tuanya di rumah sakit jiwa.

Saat itu dia masih sadar, dia berusaha keluar dari rumah sakit jiwa itu dan berhasil. Dia kemudian hidup di jalanan. Saat berada di jalanan dia di tuduh copet dan di gebukin warga. Sampai babak belur.

Dengan keadaan babak belur kemudian dia di bawa ke penjara. Di sana dia mendekam dalam sell selama satu tahun dan di bebaskan karena tidak bersalah.

Saat ingin pulang ke rumah dia berpapasan dengan para preman. Para preman kesal tidak mendapatkan apa-apa dari dia, preman itu memukulinya dan menikam nya sehingga terluka.
Dalam keadaan bercucuran darah dia berusaha untuk berjalan. Dia berjalan cukup jauh sampai akhirnya dia tidak kuat lagi dan mau pingsan. Belum dia pingsan, tiba-tiba mobil yang sangat cepat melaju ke arahnya. Menabraknya sehingga dia terlempar cukup jauh, terguling di sebuah jurang yang curam. Dia sekarat saat di temukan warga. Dan warga membawanya ke rumah sakit.
Nyawanya berhasil tertolong setelah mendapatkan donor darah dari seorang mahasiswi. Bermaksud untuk berterima kasih, dia ingin bertemu dengan mahasiswi itu.

Kata dokter, “mahasiswi itu sudah ingin pergi”. Dia pun mengejarnya ke luar rumah sakit walaupun keadaanya masih memprihatinkan dan menggunakan tongkat bantu.

Saat berada di pintu keluar rumah sakit, tiba-tiba papan nama rumah sakit jatuh dan menimpa dirinya. Lagi-lagi dia sekarat. Di rawat cukup lama di rumah sakit dan sampai akhirnya dia kembali sembuh.

Dengan kursi roda dan perban di seluruh tubuhnya dia berencana untuk pulang ke rumahnya, kabur karena tidak tau lagi harus bayar perawatannya pakai apa.

Dia melajukan kursi rodanya dengan cepat dengan tujuan menerobos pintu keluar rumah sakit. Tetapi saat pintu keluar sudah kelihatan, tiba-tiba ada perampok bersenjata lengkap masuk dan berdiri di depan pintu keluar, ternyata rumah sakit itu lagi dirampok.

Melihat orang sekarat dengan kursi roda menuju ke arahnya. Perampok itu mengancam dia agar segera berhenti jika tidak mau di tembak. Sayangnya kursi rodanya remnya blong, tangannya lecet semua berusaha untuk menghentikan kursi rodanya.

Doar doar doar perampok itu menembakan senjatanya membabi buta ke arah dia. Sampai akhirnya Desus 88 datang dan menangkap semua prampok tanpa perlawanan karena peluru senjata perampok itu sudah habis di tembak kan ke dia.

Dia masih bisa selamat karena peluru yang di tembakan tidak mengenai kepala, dan organ vitalnya.

Saat di operasi untuk mengeluarkan peluru dari tubuhnya, stok obat bius habis. Diapun di operasi tanpa obat bius. Dia teriak di sepanjang operasi berlangsung.

Setelah puluhan peluru di keluarkan dia kemudian di rawat lalu kembali pulih dia kaget kenapa dia tidak bisa bicara, suster yang merawatnya mengatakan, “saat di operasi berlangsung anda bikin dokter kesal, karena berteriak tanpa henti jadi dokter berinisiatif untuk melepaskan pita suara kamu dan berencana memasangnya kembali setelah operasi”.

Dia kemudian menulis pesan di kertas untuk suster itu, “operasikan sudah selesai kenapa vita suara saya belum di pasang”. Suster itu menjawab, “kebetulan dokter yang bisa memasang pita suaramu di panggil mendadak keluar negeri”.

Dia pun shock, dan jantungan. Suster itu panik, karena tidak ada alat pancu jantung di rumah sakit tersebut. Suster itu kemudian menggunakan kabel listrik yang mengalir listrik bertegangan tinggi untuk menyetrum si dia.

Dia di setrum oleh suster itu secara terus menerus. Dia kesakitan dan berusaha menulis pesan, “aku sudah sembuh suster”. Setelah membaca pesan itu suster tersebut berhenti menyetrum dia.
Dia kemudian menulis pesan lagi untuk suster, “aku ingin ke rumah orang tua ku, dia kaya raya. Jika kamu mau mengantarku. Bukan hanya biaya rumah sakit yang akan aku lunasi tapi aku akan bayar kamu”.

Suster itu pun bersedia. Dengan mobil ambulan dia di antar ke rumah orang tuanya dengan di temani suster dan supir ambulan dalam perjalanan. Setengah perjalanan, tiba tiba mobil ambulan oleng, rem blong dan menabrak pagar besi. Dia terlempar keluar dari dalam mobil ambulan. Tehempas di aspal.

Karena jarak yang cukup jauh dari mobil ambulan, suster itu menggunakan tukang ojek yang kebetulan lewat untuk mendatangi si dia. Tukang ojek itu melajukan motornya dengan kencang dan tukang ojek itu tidak ingat cara berhentinya.

Suster itu berhasil menangkap si dia tapi sayangnya dia jadi terseret karena motor tukang ojek masih belum bisa di hentikan. Setelah puluhan kilometer akhirnya motor tukang ojek tersebut berhenti karena kehabisan bensin.

Suster tersebut lalu menambahkan balutan perban ke tubuh dia karena semua perbanya yang membalut tubuhnya sudah hancur bekas terseret di atas aspal dan karena luka-luka baru yang bermunculan.

Hebatnya lagi akibat pertolongan pertama yang di lakukan suster tersebut dia berhasil di selamatkan lagi.

Suster itu lalu menggunakan bus untuk mengantarnya pulang ke rumah orang tuanya. Baru awal perjalanan, bus itu masuk jurang. Dia terjepit dan suster yang bersamanya terlempar keluar.
Suster itu tidak apa-apa. Suster itu mendatangi dia yang sedang terjepit kakinya. Suster itu lalu meamputasi kakinya agar bisa di keluarkan dari bus. Setelah berhasil di keluarkan suster itu memasang kakinya kembali dengan menjahitnya. Suster itu menyeretnya karena tidak sanggup mengangkatnya untuk mencari rumah sakit terdekat untuk menyemen kakinya.

Karena tidak menemukan rumah sakit dan suster itu sudah bercucuran keringat dia pun menyemen kakinya dengan semen seadanya, yang dia temukan saat itu semen bangunan jadi dia gunakan semen itu untuk menyemen kakinya.

Dia meminta kertas kepada suster itu. Dan menulis pesan, “Kamu masih muda kok bisa jadi suster. Dasar suster bego. Modal cantik doang. Kaki orang main copot aja, Emang mainan bla bla…” hampir satu buku dia menulis pesan untuk suster itu. Suster itu menjawab, “aku bacanya nanti jika udah sampai rumah orang tuamu ya, masalahnya kamu nulis kepanjangan. Udah hampir malam nih”.

Dengan menggunakan taksi suster itu berhasil membawanya ke rumah orang tuanya. Benar yang di katakannya, orang tuanya langsung membayar lunas semua biaya rumah sakit dan membayar sejumlah uang sebagai ucapan terima kasih kepada suster itu.

Dengan keadaan tubuh mendekati hancur lebur dia putus asa dan memilih untuk meakhiri hidupnya. Dia meminta suster yang masih ada di rumahnya itu untuk membawanya ke lantai atas dan meletakannya dekat tangga. Kemudian menyuruh suster itu lagi untuk membawakan tali dan memperintahkan suster itu untuk mengikat salah satu ujung tali tersebut dan memberikan ujung tali yang lain untuknya.

Setelah selesai dia perintahkan suster itu untuk meninggalkannya. Dia mengikat ujung talinya yang ada padanya ke lehernya sendiri dan terjun dari kursi roda menuju tangga. Bukannya tergantung dia malah terguling dari tangga menggelinding di ikuti kursi rodanya yang juga ikut terjatuh.

Ternyata suster itu mengikat ujung tali satunya lagi di kursi rodanya sendiri. Bukannya mati, dia malah dapat cedera parah, kali ini tangannya yang patah setelah sampai ke dasar di lantai satu dan tertindih kursi rodanya sendiri.

Suster itu kemudian mengobatinya sehingga nyawanya lagi-lagi tertolong. Orang tuanya memutuskan untuk menikahkan suster itu dengan nya. Dia ingin menolaknya tapi sayang pita suaranya sudak di copot dan tangannya tidak bisa di gunakan untuk menulis pesan karena patah dua duanya.

Akhirnya dia pun menikah dan sekarang mempunyai istri seorang suster yang sekarang menjadi dokter karena kemampuannya dalam mengobati orang lain yang lagi sekarat.
Sampai berusia seratus tahun lebih dia terus di tolong oleh istrinya setiap kecelakaan ataupun berusaha bunuh diri. Sehingga membuat dirinya sekarat seumur hidup karena cedera parah yang tidak sembuh sembuh dan juga tidak mati-mati. Tamat

Silahkan bicara Sobat ::

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s