Sahabat Dunia Mayaku


Cerita ini tentang bagaimana atau kronologis saya mendapatkan sahabat dunia maya saya. Dia awalnya penutup dan sombong serta acuh.

Awalnya, saya iseng mengirmkan pesan padanya,”numpang tanya akun jejaring sosial ini tutup jam berapa ya…xixi”. Dia tidak membalas pesanku tapi pada notifikasi dia melihat pesanku, kemudian keesokan harinya aku mengirimkan lagi pesan iseng padanya melalui jejaring sosial,”ya tuhan, jika dia jodohku dekatkanlah, jika bukan tolong di cek lagi mungkin ada yang salah”. Dia membalas pesanku,”q di B*ndung, jk ingn tmui aq, tmui dsni ***sensor***” (aku di B*ndung, jika ingin menemuiku, temui aku di sini ***sensor***). Dia memberikan alamat lengkapnya, kemudian aku membalasnya,”wah jauh sekali itu kan di Jawa, sedangkan aku di Kalimantan”. Lalu tidak ada balasan lagi darinya.

kemudian saya iseng lagi mengirimkan lelucon yang saya buat ke dia setiap harinya. Walaupun dia tidak merespon tapi saya bisa melihat pada notifikasi bahwa dia selalu membacanya. Ini saya jadikan sebagai tantangan dan tolak ukur lelucon yang saya buat berhasil atau tidak.

Setelah tiga bulan dan hampir puluhan lelucon yang saya kirimkan padanya tidak di sangka dia membalas kiriman lelucon saya, saya masih ingat dengan kalimat yang dia tuliskan, “mkzh, llcnmw sll bz m’mbwtq tznym” (makasih, leluconmu selalu bisa membuatku tersenyum). Saya senang saat membaca pesan darinya, kemudian saya membalasnya,”iya sama-sama, saya senang jika kamu bisa terhibur dengan lelucon yang saya berikan. Pesan saya dulu belum kamu balas, apa jika aku mengirimu dengan lelucon terus menerus, akan mengganggumu”. Pesanku itu tidak dia balas, saya berpikir dia mungkin terganggu, kemudian saya menghentikan mengiriminya lelucon lagi padanya.

Hari-hari ku cuma diwarnai dengan membuka sekilas akun jejaring sosialku untuk sekedar mengecek ada pengunguman dari teman-teman kampus atau tidak.

Sudah 20 hari aku tidak mengirimkan leluconku lagi padanya, tiba-tiba saat aku membuka akun jejaring sosialku sebuah notifikasi pesan baru terlihat. Aku membuka pesan baru itu dan aku terkejut saat membuka pesan itu ternyata dari dia, “nothing”. Pesan nya singkat tapi ku tau artinya, dia menjawab pesanku dulu. Mungkin maksudnya seperti ini “tidak apa-apa kamu mengirimkan selalu leluconmu padaku”. Aku membalasnya, ”ku kira kamu marah?”. Aku kemudian bersiap-siap menutup akunku, tiba-tiba pesan baru muncul lagi, dan itu dari dia,”iy q mrh” (iya, aku marah). Aku langsung balas pesannya,”maaf, saya tidak tahu, itu cuma sekedar iseng”. Kemudian dia balas lagi, mungkin jeda waktunya 1 detik, dia membalasnya dengan cepat,”q kn mrh dgnmw jk qw tdk byr htngmw, 21 llcn pdq” (aku akan marah denganmu jika kau tidak bayar hutangmu, 21 lelucon padaku). Aku tersenyum saat baca balasan pesannya. Semenjak itu aku mengirimkan lagi leluconku padanya selalu di setiap hari, jika aku sibuk dan tidak bisa online aku membayarnya. Diapun mulai meresponku, semakin lama, dia semakin baik padaku, selalu mengomentari setiap lelucon yang ku kirimkan padanya, dan itu yang paling ku harapkan, di antaranya komentarnya terhadap leluconku, “bzy” (basi),”lmyn” (lumayan), ”kyknx aq hrz bl9 wow” (kayaknya aku harus bilang wow), ”selamat anda baru saja membuat seorang gadis cantik tertawa” (ini balasan dia yang membuat ku kagum, dan ini awal dari balasan dia berikutnya menggunakan bahasa baku).

Setelah satu tahun semenjak pertama kali aku mengirimkannya lelucon padanya, kemudian kami saling terhubung, dia menanyakan beberapa hal dan aku menjawabnya, dan yang tidak ku sangka, dia bersedia membuka isi hatinya, curhat dan mencurahkan isi hatinya padaku. Di sanalah awalnya aku tau bahwa dia mempunyai masa lalu kelam, dan kehidupannya yang tidak menyenangkan, dia juga memberitahu ku bahwa dia bukan gadis baik-baik, katanya,”maaf, seharusnya ku katakan ini sejak awal, terimakasih tak hingga atas waktu yang kau sia-siakan selama ini untukku, aku takut jika aku mengatakan ini ‘bahwa aku gadis abe-cabean’ kamu tidak menghiburku dengan lelucon garingmu lagi, hari2 ku mungkin takan berwarna”. Aku berpikir gadis ini benar-benar aneh, lalu aku membalasnya,”leluconmu lebih garing dari ku”. Dia membalasnya,”gini toh gayanya, penulis lelucon internasional, sudah sukses mulai meremehkan yang di bawah”. Aku membalasnya,”biasalah namanya juga pembuat lelucon kelas teri, jadi maklumi saja”. Dia membalasnya,”hey, cowo sombong dengan leluconnya yang lucu pas-pasan, kau tau, aku tidak becanda”. Aku membalasnya,”bagian yang mana yang bukan lelucon?”. Balasannya,”tentang diriku, apapun keputusanmu aku terima”. Aku membalasnya singkat,”oh yg itu”. Dia membalasnya,”iya itu aku, aku pasti tidak sesuai harapanmu, maafkan aku”. Aku tidak membalasnya selama satu hari. Hari berikutnya dia mengirimkan pesan lagi padaku,”kamu baca pesanku tadi kan, aku melihat notifikasinya, kamu tidak mengatakan bahwa kamu tidak suka chatingan denganku lagi, berarti aku masih bisa banjiri kotak masukmu. Ha. Kamu tau, aku juga benci menjadi gadis seperti ini. Andaikan aku kaya mungkin aku tidak seperti ini”. Aku tersenyum membaca pesannya, kemudian membalasnya,”marah yah neng cantik, silahkan saja banjiri inbox ku, asalkan jangan pakai air matamu. Yang pernah ku baca, rata-rata cewe itu cengeng”. Dia membalasnya,”kamu baca coretan bayi ya…, dasar kurang kerjaan, aku gak bakalan nangis”. Saat aku lagi menulis pesan balasan, tiba-tiba dia mengirimkan lagi,”ehm, tapi, jika kamu mengharapkan aku ke kotamu, mungkin kamu harus menguburnya dalam-dalam, aku tidak bisa memberikan lebih, tapi jika kamu ke sini mungkin aku bisa”. Aku menghapus pesan yang ku tulis tadi dan menggantinya dengan yang baru,”baik aku ke sana?”. Dia membalasnya,”Ok, aku tunggu”. Aku berpikir sejenak, maksudku tadi becanda, tapi aku tidak sangka balasannya serius, lalu aku membalasnya lagi,”kamu lagi membutuhkan uang berapa?”. “ (dia menyebukan nominal uangnya), itu besar uang yang ku butuhkan”. Aku balas lagi,”buat apa uang itu?”. Dia membalasnya,”buat bayar kosan, listrik, air, makananku dan lain-lain”. Aku membalasnya,”mana rekeningmu”. Dia memberikan nomor rekeningnya dan aku mentransfer sejumlah uang.

Kemudian hari berikutnya dia mengawali dengan mengirimkan pesan barunya lagi padaku,”uangnya sudak ku terima makasih, kapan kamu ke sini, ini no handphoneku 08xxxxxxxx, hubungi saja aku”. Aku membalasnya,”aku takan ke sana, gunakan saja uangnya sesuai kebutuhanmu”. Dia membalasnya,”kamu gila, pokoknya kamu harus ke sini”. Aku membalasnya,”tenang entar jika aku sukses bakalan ke sana kok”. Dia membalasnya lagi,”aku tidak akan menjamin uangmu bisa kembali lagi”. Aku membalasnya,”aku tidak mengharapkan uang itu kembali, aku cuma mengharapkan kamu dapat menggunakan uang itu sebaik mungkin”. Dia membalasnya,”kamu tidak kesambetkan”. Aku menjawabnya,”ya enggaklah”. Dia menjawab,”syukurlah kalau begitu”. Aku membalasnya,”syukur kenapa?”. Dia kemudian tidak membalasnya lagi.

Keesokan harinya aku buka akun jejaring sosialku dan di sana sudah terpampang pesan baru darinya,”kau mengingatkanku pada seseorang dulu, seharusnya aku tidak mengirimkan pesan terlebih dahulu sebelum lelucon hari ini kamu perlihatkan padaku, ya karena aku gadis baik hati dan tidak sombong tak masalah”.

Aku mengirimkan lelucon hari ini padanya, kemudian dia mengomentarinya,”lebih garing dari yang kemaren”. Aku membalasnya,”yang benar saja, dari kemaren-kemaren komentarmu itu-itu saja, gak kebayang betapa garingnya leluconku sekarang”. Dia membalasnya,”ha, dasar cowo labil, cepat amat putus asanya”. Aku diam kemudian melanjutkan chatinganku lagi,”soal seseorang yang kamu bilang tadi, boleh kamu ceritakan?”. Dia tidak membalas pesanku lagi, aku berpikir seperti biasa besok juga bakalan ada pesan baru di inbox ku lagi. Dan benar, keesokan harinya pesan baru terdapat di inboxku lagi. Kali ini bukan sekedar pesan melainkan sebuah tulisan curahan hati alias curhat yang amat panjang. Nanti saya akan buat di postingan berikutnya tentang tulisan dia. Dengan sedikit editin untuk menyembunyikan identitas sahabat saya itu. Ceritanya membuat saya terdiam. Dia menceritakan suka dukanya dalam kehidupannya dan seseorang yang berarti dalam kehidupannya, perjuangnnya dan lain sebagainya. Semuanya benar-benar harus membuat mataku berkaca-kaca, mungkin ada beling kali ya…

2 thoughts on “Sahabat Dunia Mayaku

Silahkan bicara Sobat ::

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s