Jangan Menangis Lagi Aku Tak Sanggup Melihatnya


Seorang pemuda yang bernama Dito selalu bermimpi buruk. Dokter mengatakan bahwa itu kelainan yang ada pada dirinya dan harus dia alami terus menerus karena tidak ada obatnya.

Dalam derita dia alami dia tetap menjalani kehidupannya. Dito kuliah di salah satu kampus swasta di kotanya. Saat menjalani rutinitas kuliahnya, dia terpanah dengan seorang gadis yang tidak sengaja dia lihat saat duduk di area kampus. Gadis itu berjalan di hadapannya. Semenjak itu Dito mengagumi gadis itu.

Setiap malam seperti biasanya Dito terbangun oleh mimpi buruknya dan bayangan gadis itu yang terlintas dipikirannya menenangkan dirinya.

Dito sangat mencintai gadis itu, meskipun si gadis tidak mengetahuinya. Dituliskan olehnya sebuah cerita tentang dirinya dan gadis itu, yang berjudul, “aku dan engkau” yang merupakan cerita saat-saat dirinya memperhatikan gadis itu dari jauh.

Suatu hari, di mana hujan turun dengan lebatnya di kampus. Dito melihat gadis pujaan hatinya lagi menangis. Dito yang pemalu tidak sanggup melihat dia menangis. Dito memberanikan diri untuk menghampiri dan bicara dengannya. Akhirnya Dito bisa mengetahui nama gadis pujaan hatinya, Lin namanya dan dia bersedih karena orang tuanya bercerai.

Sejak saat itu Dito memberikan perhatiannya kapada Lin. Dia takut Lin melakukan hal yang mencelakan dirinya sendiri. Dito menemaninya saat dia sendiri, menghiburnya dengan cerita-cerita lucunya dan mengajaknya ke tempat-tempat yang indah. Suasana hati Lin kemudian baikan, dan dia sudah lepas dari kesedihannya. Tapi, Dito terlambat mengutarakan perasaannya kepada Lin. Sekarang Lin mempunyai kekasih. Dito hanya bisa tegar menghadapinya.

Dito tetap memperhatikan Lin dari jauh seperti biasanya. Hanya saja tidak seperti dulu, sekarang dia juga harus berusaha untuk menutupi perhatiannya untuk menghormati kekasih Lin. Dia juga tetap menuliskan cerita tentang Lin. Tapi, judulnya dia ubah menjadi, ”engkau dan dia”. Dito semakin terluka perasaannya tapi dia tetap menulis ceritanya.

Hari demi hari berlalu terdengar kabar Dito terbaring di rumah sakit. Lin yang mengetahuinya segera menjenguk Dito. Hal ini membuat kekasih Lin marah dan mengancam untuk meakhri hubungannya. Lin tidak peduli, dia tetap menemui Dito.

Di rumah sakit, Lin bertanya kepada dokter, dan dokter menjawab,”Dito mengalami kerusakan pada organ hatinya, membuat tubuh Dito tidak memiliki penawar racun”.

Dokter lalu memberikan bingkisan berbentuk Qalbu (Hati/Amour) dari Dito untuk Lin.
Kemudian Dokter bertanya kepada Lin,”maaf, dokter menanyakan hal pribadi kepadamu, apakah kamu jadian dengan pacarmu ditanggal 9 maret?’.
Lin menjawab,”iya Dok, bagaimana anda tahu? dan bagaimana keadaan Dito?”.
Dokter dengan wajah murung mengatakan,”bingkisan Qalbu yang di tanganmu itu berisikan lembaran tulisan Dito tentang kamu. Di awal cerita, tulisan itu berjudul ‘aku dan engkau’, saat itu tulisan Dito sangat indah, menggambarkan perasaan dan kesehatannya yang sangat baik. Tapi kemudian setelah tanggal 9 maret tulisan Dito judulnya berubah menjadi ‘engkau dan dia’, besamaan dengan itu organ hati Dito mulai bermasalah, entah berhubungan atau tidak, tulisan Dito juga semakin tidak bagus dan kondisi organ hatinya juga semakin memburuk. Mungkin organ hatinya menggambarkan perasaannya yang hancur”.
Lin dengan mata berkaca-kaca berkata,”dok, aku ingin bertemu dengan Dito!”.

Dokter lalu mempersilahkan Lin bertemu dengan Dito. Di bukakan oleh Dokter pintu tempat Dito dirawat. Terlihat oleh Lin, Dito terbaring lemah. Lin menghampiri Dito dan dia berkata,”Dito, aku sekarang hadir di sisimu”.
Lin meneteskan air matanya sambil berkata,”DITO, BICARALAH…”.
Dito akhirnya meninggalkan Lin untuk selama-lamanya. Lin menangis sejadi-jadinya.

Lin yang bersedih atas kepergian Dito, mengurung dirinya di dalam kamarnya bersama dengan lembaran-lembaran tulisan Dito yang telah dia baca. Lembaran-lembaran itu berserakan di mana-mana di sepanjang sudut kamar Lin. Lin yang tidak sanggup kehilangan seseorang yang benar-benar mencintainya, memilih bunuh diri. Lin sekarat dan di larikan ke rumah sakit.

Di rumah sakit Lin ditangani oleh dokter ahli dan hal ini tidak sebanding dengan kemampuan keuangan orang tua Lin. Lin berhasil tertolong. Kemudian perwakilan dokter ahli menjelaskan kepada ke dua orang tua Lin bahwa biaya sudah dibayar.

Beberapa lama kemudian, Lin terbangun, dia heran kenapa masih hidup. Terlihat olehnya sebuah buku. Di saat bersamaan tiba-tiba dokter yang merawat Dito dulu masuk dan berkata, “kau sudah sadar. Itu adalah buku hasil karya Dito yang diterbitkan sesuai wasiatnya saat dia sekarat. Kamu adalah sumber inspriasinya. Hasil penjualan buku ini semuanya untukmu karena dia hidup sebatang kara. Biaya pengobatan ini juga dari wasiat Dito”.

Tanpa bicara, Lin kemudian mengambil buku itu, di buku itu terdapat sebuah pesan, yang berjudul,’dari Dito untuk Lin’, bertuliskan,”Usai sudah jangan menangis lagi, aku tidak sanggup melihatnya. Selayaknya engkau tau betapa aku mencintaimu, engkau tenangkanku dari mimpi buruk ku, betapa aku mengagumimu. Hingga akhir waktu, aku akan terus melindungimu. Teruskan ceritamu, teruskan hidupmu”.

Lin memeluk buku itu dan meneteskan air matanya dan berkata,”maafkan aku”.
Tamat.

Inspriasi cerita : Lagu Kangen Band – antara aku engkau dan dia.

One thought on “Jangan Menangis Lagi Aku Tak Sanggup Melihatnya

Silahkan bicara Sobat ::

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s